Kasus bentrokan di tarakan

Menko Polhukam Meminta Pejabat Kompak

Kompas.com - 29/09/2010, 12:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menko Polhukam Djoko Suyanto meminta semua pejabat daerah di Kalimantan Timur solid bekerja sama untuk meredam konflik antarsuku di Tarakan, baik gubernur, bupati, wali jota, maupun pimpinan aparat kepolisian dan TNI setempat.

"Saya kira pejabat tingkat daerah dapat kompak seperti itu. Mereka akan terjun langsung ke lapangan agar bisa segera dikanalisasi, direduksi semaksimal mungkin agar tidak meluas. Itu yang penting sebenarnya," ungkapnya di Istana Negara, Selasa (28/9/2010) sore.

Djoko mengaku sudah memperoleh laporan dari Gubernur Kalimantan Timur Dr H Awang Faroek Ishak bahwa para pejabat dan aparat terkait sudah langsung terjun ke lokasi berkoordinasi untuk mencegah konflik meluas lebih jauh lagi. Djoko sangat berharap konflik tidak akan meluas.

"Tidak ada kegiatan-kegiatan yang menuju ke situ (meluas), tapi kami tidak boleh take it for granted. Kewaspadaan tetap, dari aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama," katanya.

Menurut Djoko, pemerintah ataupun aparat juga tidak menetapkan status siaga di Tarakan meski hingga Selasa malam, konflik terus berlanjut dan Tarakan diliputi situasi mencekam.

Sebagaimana diberitakan, bentrokan dan kerusuhan terjadi Senin lalu. Bentrokan dipicu kematian seorang tokoh adat yang juga imam masjid bernama Abdullah (45), Minggu malam. Abdullah meninggal dunia akibat mengalami banyak luka tusukan setelah berupaya melerai perkelahian yang melibatkan anaknya.

Kepolisian Resor Kota Tarakan pun menahan tiga tersangka penganiaya atau pengeroyok Abdullah. Namun, penangkapan ketiga tersangka itu terdengar oleh massa yang prihatin dan mendukung pihak korban. Mereka kemudian mendatangi Kantor Polresta Tarakan pukul 14.00 dan menuntut agar tersangka diserahkan kepada mereka. Bentrokan meluas di antara dua kubu bertikai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau