Bentrokan massa

Senjata Meletus di Depan PN Jaksel

Kompas.com - 29/09/2010, 13:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terjadi bentrokan di antara dua kelompok pemuda yang belum diketahui asalnya di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010). Saat itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atau PN Jaksel sedang ada persidangan kasus Susno Duadji dan kasus perkelahian di klub Blowfish.

Satu kelompok berkumpul di depan gedung pengadilan, sedangkan kelompok lain berada sekitar 200 meter ke arah perempatan Ragunan. Beberapa waktu lalu, mereka tiba-tiba saling serang menggunakan berbagai senjata tajam. Setidaknya satu orang menderita luka bacokan di kepala.

Di tengah bentrokan itu, terdengar letusan senjata dari arah kelompok di perempatan Ragunan. Tembakan diarahkan kepada kelompok yang berkumpul di depan PN Jaksel. Menurut pengamatan Kompas.com, terdengar 4-5 kali letusan.

Sesaat setelah itu, satu anggota kelompok terkapar di tengah jalan. Jalanan pun menjadi kosong, tidak ada yang berani melalui lokasi itu.

Sampai berita ini diturunkan, situasi masih mencekam dan belum ada petugas kepolisian yang turun tangan. Polisi yang jumlahnya sekitar 200 personel hanya menunggu di dalam halaman PN Jaksel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau