Kredit

BI: Kredit Mubazir "Hanya" Rp 140 T

Kompas.com - 29/09/2010, 14:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) tak ambil pusing dengan catatan statistik perbankan yang mengungkap nilai undisbursed loan perbankan mencapai Rp 501 triliun. Hal ini karena BI lebih memegang data angka "riil" fasilitas kredit yang belum ditarik nasabah adalah "hanya" sebesar Rp 140 triliun.

Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad menuturkan, pencatatan undisbursed loan dalam laporan bulanan bank memang terbagi dua, yakni antara kredit yang committed dan uncommitted. Kredit yang committed artinya komitmen kredit yang tidak bisa dibatalkan oleh bank dan dananya sudah disiapkan oleh bank. Adapun kredit yang uncomitted merupakan komitmen kredit yang masih bisa dibatalkan jika kondisi debitor tidak memenuhi syarat.

"Dibagi dua pencatatannya antara yang committed dan uncommitted. Yang benar-benar committed nilainya sekitar Rp 140-an triliun," kata Muliaman dalam pesan pendek kepada Kontan, Selasa (28/9/2010) malam.

Pembedaan pencatatan tersebut seturut dengan prinsip pemberlakuan aturan PSAK 50/55 dan standar Basel II dalam pelaporan bulanan bank umum untuk undisbursed loan. Pola pencatatan yang mendedah jenis undisbursed loan dengan lebih detail, menurut BI, akan semakin memudahkan para stakeholder dalam membaca data perbankan.

Seperti ditulis Kontan, menurut statistik perbankan terbaru yang dirilis BI, per Juli 2010 posisi undisbursed loan di perbankan mencapai Rp 501 triliun. Angka ini merupakan rekor tertinggi kredit mubazir dalam sejarah industri perbankan di Tanah Air. (Kontan/Ruisa Khoiriyah)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau