JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Demokrat Djafar Hafsah mempertanyakan urgensi digelarnya Q! Film Festival atau festival film gay dan lesbian, yang digelar di beberapa tempat kantong kebudayaan asing, yaitu Goethe Haus Institute, CCF, dan Erasmus Huis.
"Begitu baguskah film itu untuk diputar? Kalau sekedar film gay, apa urgensinya itu diputar? Kalau (film) pendidikan, pejuang lingkungan, kisah Mahatma Gandhi, boleh," ujar Djafar kepada para wartawan di kantor LSI, Jakarta, Rabu (29/9/2010).
Djafar menghimbau, dalam melakukan sesuatu, hendaknya seseorang mengedepankan azas manfaat. "Kalau topik gay, rasanya (saya) tidak ikut juga," kata Djafar terkekeh.
Kendati tak setuju dengan kehadiran Q Film Festival, yang rutin digelar setiap tahun, Djafar mengatakan, Partai Demokrat menentang cara-cara FPI menggeruduk pusat kebudayaan Jerman, Goethe. "Taruhlah memang itu film porno, tapi bukan FPI yang dapat membubarkannya. Polisi yang dapat membubarkannya," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang