Presiden SBY Beri Kado Puisi

Kompas.com - 29/09/2010, 20:52 WIB

Laporan Wartawan Kompas Yurnaldi

JAKARTA, KOMPAS.com — Mengenang setahun musibah gempa berkekuatan 7,9 skala Richter yang melanda Kota Padang dan kota-kota lainnya di Sumatera Barat, tanggal 30 September 2009 silam, Susilo Bambang Yudhoyono memperlihatkan perhatian yang mendalam atas peringatan tersebut dengan kado sebuah puisi.  

Presiden SBY secara khusus telah menulis sebuah puisi yang berjudul "Dalam Duka, Kami Bangkit". Puisi itu telah diterima Rabu (29/9/2010) pagi dari Presiden SBY via e-mail Kepresidenan oleh Wali Kota Padang Fauzi Bahar, kata Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Hasrul Piliang, Rabu.

Hasrul menjelaskan, puisi Presiden SBY itu langsung diukir di Kompleks Monumen Gempa di kawasan Taman Melati, dekat Museum Adityarman Padang. Puisi tersebut menunjukkan perhatian luar biasa dari Presiden SBY terhadap momentum peringatan setahun gempa di Kota Padang khususnya dan di Sumbar pada umumnya.

Selengkapnya puisi yang ditulis oleh Presiden itu sebagai berikut:  

Dalam Duka, Kami Bangkit   

Karya Susilo Bambang Yudhoyono.  

Tanah Minang pernah terguncang di senja gulita

oleh bencana yang tak terduga

Kuingat jerit dan tangis

membelah sudut-sudut kota dalam kelam dan duka

Di bumi ini, ribuan anak negeri

tiba-tiba pergi ke Hadirat Illahi  

Di kota ini

Ratusan syuhada berpulang ke alam baka atas takdir Yang Maha Kuasa

Ya Allah, meski hati kami tergores lara mengenang mereka yang kucinta

Kami bersujud dalam tawakkal ikhlas menerima cobaan  

Tetapi, Ya Robbana kami tak pernah menyerah dalam pasrah

dan bukankah dalam musibah selalu ada berkah

yang menuntun kami terus berkarya dan beribadah. Kami semua telah bangkit dengan tekad dan cita-cita

untuk membangun kota ini memajukan negeri kami             

dalam cahaya iman dan rahmatMu  

Hasrul juga menjelaskan, pada Kamis (30/9/2010) akan hadir beberapa perwakilan negara sahabat dan LSM yang telah banyak membantu dalam menangani musibah setahun yang lalu itu. Semua rangkaian kegiatan dan sarana pendukung terkait peringatan setahun musibah gempa itu sudah dalam kondisi rampung 100 persen.

Peresmian monumen yang memuat semua nama-nama korban itu puncaknya akan berlangsung tepat pukul 17.15 WIB hari Kamis besok, tepat setahun musibah itu terjadi, 30 September 2009-30 September 2010.  

Peringatan ini semata-mata bertujuan untuk selalu mengingatkan bahwa kita setiap saat harus berdoa kepada Allah supaya terhindar dari bencana dan terus memupuk kesadaran dan kewaspadaan bahwa secara ilmu pengetahuan geologi kita memang hidup di daerah rawan bencana, katanya mengakhiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau