BKPM Rangkul PHRI Promosi Investasi RI

Kompas.com - 29/09/2010, 21:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) hari Rabu (29/9/2010), menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempromosikan iklim investasi di Indonesia.

Salah satu bentuk kerja samanya adalah pertukaran informasi peluang investasi melalui brosur, situs, maupun media lainnya. "MoU ini merupakan bagian dari upaya BKPM dalam meningkatkan penyebaran informasi penanaman modal," ujar Kepala BKPM Gita Wirjawan, Rabu (29/9/2010), di Kantor BKPM, Jakarta.

Ia mengungkapkan tantangan utama saat ini dalam meningkatkan arus penanaman modal di Indonesia adalah penyebaran informasi. Dengan kredibilitas dan jaringan yang dimiliki PHRI, lanjut Gita, asosiasi ini berada di posisi tepat untuk mendukung program perkembangan investasi Indonesia yang bertema "Invest in Remarkable Indonesia".

Adapun bentuk kerja sama antar kedua pihak adalah penempatan brosur BKPM di jaringan hotel PHRI dan juga BKPM akan membantu promosi PHRI melalui website dan kantor-kantor perwakilan BKPM," ujar Ketua PHRI Wiryanti Sukamdani.

Pariwisata Indonesia merupakan salah satu sektor terkuat Indonesia yang perlu digunakan BKPM sebagai alat untuk menggapai para penanam modal baik daro luar negeri maupun dalam negeri.

Jaringan hotel dan restoran PHRI terbentang di seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 7.000.  "Ini terlihat dari brosur. Apalagi brosur itu ditempatkan di tempat investor yang akan tinggal di hotel. Kalau kita bisa meningkatkan kesadaran investor tersebut untuk menanmkan modal di sini akan baik sekali. Apalagi cara ini sudah dipakai negara lain seperti Turki," ujar Gita kepada pewarta.

Gita mengaku kerja sama ini adalah potret kecil dari apa yang dilakukan pemerintah lima tahun ke depan untuk mencapai target penanaman modal di tahun 2014 yang mencapai Rp 1400 triliun yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

"Dalam program promo investasi BKPM mengusahakan adanya perubahan paradigma dan perilaku dalam rangka meningkatkan iklim investasi nasional," ucap Gita.

Secara kumulatif realisasi investasi sampai dengan triwulan I atau semester I tahun 2010 adalah sebesar Rp 92,9 triliun atau meningkat sebesar 39,9 persen dibandingkan Semester I tahun 2009 Rp 66,4 triliun. Dibandingkan dengan target tahun 2010 sebesar Rp 160 triliun, maka pencapaian Semester I tersebut sudah mencapai 58,1 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau