Inggris Ingin Hancurkan Karier Rooney

Kompas.com - 30/09/2010, 01:25 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com — Legenda Manchester United (MU), Mickey Thomas, menilai publik sedang berusaha menghancurkan karier Wayne Rooney. Salah satu caranya adalah mengupas kehidupan pribadi Rooney, termasuk skandal seksnya dengan seorang pekerja seks komersial (PSK), Jenny Thompson.

"Publik terus menyoroti Wayne Rooney dan mencari-cari masalah darinya setiap waktu. Ia tak mencetak gol. Ia tak bermain sebagus musim lalu dan orang-orang terus menatapnya dan memberikan banyak tekanan kepadanya," kata Thomas kepada Sport.

"Ia anak muda, baru berusia 24 tahun. Ia sudah berada dalam tekanan sejak di usianya yang belia itu. Saya khawatir agresi negatif akan melukainya dan mengakibatkan konsekuensi serius karena pemain ini sudah mendapat segalanya. Saya rasa Anda harus berhati-hati di sini," tambahnya.

Thomas menyarankan, "Beri ia istirahat. Ia hanyalah manusia biasa dan ia juga pasti pernah berbuat salah. Namun, ia berusaha kembali menemukan kehidupannya. Ia berusaha akan hal itu, tetapi media mensinyalir hal itu akan sangat sulit bagi Wayne Rooney."

"Saya rasa ia bisa (melewati masa-masa sulit ini). Saya punya keyakinan kuat dan percaya dalam kemampuannya. Ia akan kembali menjawab keraguan. Saya hanya menilai pada saat ini Anda harus sangat berhati-hati dengan Wayne Rooney. Orang-orang sedang menghancurkannya!" tegasnya.

"Ia memiliki keluarga yang sejahtera di Manchester United. Mereka akan tetap setia dengannya. Mereka juga sedikit banyak membantu Rooney untuk keluar dari masa sulitnya. Mudah-mudahan ia akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan menjadi pemain profesional yang lebih baik lagi," jelas Thomas.

Skandal seks Rooney terungkap setelah salah satu PSK itu, Jenny Thompson, mengungkapkannya kepada media massa Inggris. Akibatnya, Rooney menjadi bahan pemberitaan utama media massa Inggris.

Menurut pemberitaan di Inggris, rumah tangga Rooney dengan Coleen terancam bubar dan MU juga menunda negosiasi perpanjangan kontraknya. Sejauh ini, Rooney belum bicara soal skandal tersebut

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau