Bentrokan di pn jaksel

Pane Selamat karena Lari ke Kantor

Kompas.com - 30/09/2010, 15:09 WIB

BANTEN, KOMPAS.com — Pane (40), kenek Kopaja 608 yang dikendarai Saefudin (48), korban kerusuhan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kemarin, Rabu (29/9/2010) mengaku bersyukur berhasil menyelamatkan diri saat kerusuhan terjadi. Pada saat itu, Pane masuk ke areal perkantoran Medco bersama anak-anak sekolah dan penumpang bus Kopaja 19 yang tengah melintas wilayah kerusuhan tersebut.

"Bersyukur saya bisa kabur ke dalam perkantoran nggak jauh dari pengadilan itu. Massa udah banyak menyerbu, tapi saya dan anak-anak sekolah diamankan petugas satpam ke dalam kantor," ujar Pane, Kamis di Tangerang, Banten.

Pada saat itu, aku Pane, ada empat bus Kopaja yang disewa kelompok dari Ambon untuk mengantarkan mereka ke Jalan Ampera. Tiba pukul 13.00 WIB di jalan tersebut, tiba-tiba massa dari kelompok lain menyerbu ke arah bus Kopaja. "Pas itu langsung nyerbu, saya nggak tahu ada apa, belum sempat markir, sedang nurunin penumpang saya tiba-tiba kelompok itu menyerang bus kami. Kami disuruh penumpang untuk menunggu di bus," ujarnya.

Akan tetapi, massa kemudian semakin membabi buta dan mulai menyerang para sopir dan kenek. Para sopir dan kenek bus ini pun lari berhamburan, termasuk Pane dan Saefudin. Saat melarikan diri, massa mengacung-acungkan parang sambil mengejar mereka. "Ada sekitar empat lima orang yang ngejar saya dan Saefudin. Mereka acungkan itu senjata. Jarak saya dan Saefudin sekitar 2 meter," ujarnya.

Namun, naas bagi Saefudin yang kemudian tertangkap kawanan yang tengah bertikai dan akhirnya mendapati luka bacok. "Saya kalut dan lari ke dalam kantor itu, satpam lalu menggembok gerbang, jadi kelompok itu nggak bisa masuk," ungkap Pane.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau