KOMPAS.com — Kesan pertama adalah segalanya. Itulah hal yang kita pahami sejak dulu. Bahwa kita harus tampil sebaik mungkin jika ingin menarik perhatian seseorang dan ingin dinilai sebagai pribadi yang terbaik. Namun, menurut Tim Sanders, pembicara motivasional dan pengarang The Likability Factor, ada hal penting lainnya yang cenderung kita lupa perhatikan; second impression. Bagaimana membentuk kesan kedua yang baik agar orang menilai kita sebagai orang yang pantas untuk dijadikan teman, rekan bisnis, atau pasangan? Berikut tips dari Sanders:
1. Ingat detail pertemuan pertama
Ini adalah aturan emas untuk menjadi seorang yang harus menjamu tamu atau perusahaan yang menjunjung tinggi konsumennya. Siapa yang tidak merasa kesal jika harus mengulang siapa dirinya terus-menerus? Jika Anda tidak menghormati dan mengingat orang yang Anda ajak berkenalan, mereka pun akan berlaku seperti itu juga kepada Anda.
Salah tips yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencatat detail dari impresi pertama yang terbaik dari orang lain. Catatlah apa yang ia katakan, apa yang Anda pelajari, dan bagaimana respons orang terhadap percakapan tersebut. Nama adalah hal yang penting untuk diingat, khususnya kerabat dari partner pertemuan Anda itu. Jika Anda mempelajari suatu hal dari pertemuan pertama, misal, ia harus cepat mengakhiri pertemuan karena anaknya berulang tahun, tanyakan hal tersebut di pertemuan kedua.
2. Jangan terlalu sering mengulang diri
Setiap orang pasti punya lelucon, cerita, atau hasil observasi "kuncian". Di banyak situasi, kita mengeluarkan kuncian itu untuk memecah kebekuan suasana sekaligus membuat kita diingat orang lain. Ketika orang lain mendengarnya pertama kali, ia bisa saja tertawa hingga menangis, tetapi kalau keseringan mendengar, ia bisa saja jadi malas mendengarkan. Untuk pertemuan kedua, ingat-ingat detail pertemuan pertama. Bawa sesuatu yang baru pada pertemuan kedua untuk membuat suasana jadi selalu segar.
3. Persiapan lebih
Meski Anda mempersiapkan segalanya dengan matang saat pertemuan pertama, jangan lalu lengah pada saat pertemuan kedua. Kondisi akan berubah, yang hadir pun bisa berubah, misal, asistennya berubah atau rekan yang diajak juga ganti. Sebelum pertemuan kedua, carilah dan ketahuilah hal-hal yang berubah tersebut. Gunakan dialog pertama untuk memperdalam persiapan Anda di pertemuan kedua.
4. Bersyukur untuk pertemuan kedua
Jika pertemuan kedua tersebut merupakan pertemuan untuk bisnis, ucapkan syukur untuk kesempatan yang diberikan. Untuk partner potensial, waktu merupakan hal yang jauh lebih berharga ketimbang uang. Jangan biarkan orang berpikir bahwa Anda menganggap pertemuan kedua tersebut sebagai hal yang tak penting. Jadilah orang yang rendah hati dan tunjukkan hormat Anda bahwa orang tersebut masih mau menyediakan waktu untuk bertemu dengan Anda dengan tulus dan tidak berlebihan, tentunya.
5. Bawa ke level lebih tinggi
Jangan berpikir bahwa pertemuan kedua hanya pertemuan lainnya yang biasa. Hidup itu singkat, jadi, lakukan yang terbaik yang Anda bisa untuk mengubah pertemuan meski sifatnya bisnis menjadi hubungan yang hangat. Dalam bisnis, ubahlah saya "tahu" Anda menjadi saya "kenal" Anda. Dalam situasi personal, ubahlah kesan saya "pernah ketemu" menjadi saya "kenal" Anda dan bawa hubungan tersebut menjadi pertemanan yang lebih.
Menurut Sanders, kesan kedua akan memperkuat kesan pertama yang sudah Anda bangun dalam diri orang lain. Maka, bangunlah kesan kedua dengan baik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang