Hari Habitat Dunia Targetkan Kota Lebih Baik

Kompas.com - 30/09/2010, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada bulan Oktober 2010 ini akan menyelenggarakan peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) Tahun 2010 di Jakarta.

Penyelenggaraan peringatan HHD 2010, yang ditetapkan oleh Majelis PBB jatuh setiap Senin pertama bulan Oktober ini diharapkan dapat mengingatkan dunia akan tanggung jawab bersama untuk masa depan permukiman yang lebih baik.

“Tema HHD 2010 adalah “Better City, Better Life” atau “Menuju Kota dan Kehidupan Lebih Baik”. Sedangkan peringatan HHD akan jatuh pada hari Senin tanggal 4 Oktober 2010,” ujar Ketua Tim Pelaksana HHD 2010, Oswar Mungkasa, pada saat Rapat Koordinasi Panitia HHD 2010 di Ruang Prambanan, Jakarta, Rabu (29/9).

Menurut Oswar, tema ini menekankan pada pentingnya kualitas kota untuk menunjang kehidupan yang lebih baik, yang dapat mendorong potensi dan peluang, mengurangi kesenjangan serta menyediakan hunian yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan perayaan global HHD akan berlangsung di Shanghai, RRC pada tanggal 4 Oktober 2010.

Oswar yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenpera menambahkan, peringatan HHD 2010 di Indonesia dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak (pemerintah pusat/daerah, pihak swasta, perguruan tinggi, masyarakat) serta mendorong pemikiran atas kondisi permukiman saat ini.

Sedangkan tujuannya adalah memberikan pemahaman ke masyarakat mengenai isu perumahan dan permukiman dan mendorong peran serta pemangku kepentingan bidang perumahan dan permukiman dalam kegiatan yang mendukung peningkatan pemahaman akan makna HHD dan implementasi Agenda Habitat, terutama generasi muda karena tanggung jawab keberlanjutan dunia di masa depan berada di tangan mereka.

“Salah satu keprihatinan dunia adalah meningkatnya perkotaan secara pesat. Sedangkan kemampuan pengelolaan sumberdaya di perkotaan masih terbatas,” terangnya.

Lebih lanjut, Oswar menerangkan bahwa untuk dapat mewujudkan “Kota yang Lebih Baik”, pihaknya ke depan juga akan melakukan berbagai upaya untuk menyosialisasikan pentingnya perumahan bagi sebuah bangsa dan mendorong keterlibatan berbagai pihak, baik di tingkat pemerintah pusat/provinsi, kota/kabupaten maupun di lingkungan masyarakat.

Selain itu, imbuh Oswar, sebagai peringatan puncak HHD akan dilakukan peluncuran buku bertajuk “Kilas Balik Perumahan 1900-2000” dan “Mengusik Tata Penyelenggaraan Lingkungan Hidup dan Permukiman” pada tanggal 18 Oktober 2010 yang akan datang.

Dalam mendukung kampanye peringatan HHD, pihaknya juga merencanakan berbagai kegiatan pendukung, yaitu talkshow di media massa, seminar/forum diskusi tentang pembangunan perumahan, tur hijau kampung kota, tur permukiman layak huni, jambore sanitasi serta youth urban forum di Surabaya.

“Kami berharap peringatan HHD 2010 bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi muda Indonesia akan pentingnya perumahan untuk masa depan sebuah bangsa. Sedangkan melalui peluncuran buku, kami ingin agar dapat diperoleh informasi tentang perumahan yang dapat dibaca serta dipahami oleh semua pihak dan memberikan makna tersendiri dalam peringatan HHD,” harapnya.

Informasi tentang penyelenggaran peringatan HHD Tahun 2010 ini juga dapat dilihat pada alamat situs http://www.habitat-indonesia.or.id.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau