Sebaiknya Bayi Tidur Bersama Orangtua atau Sendiri?

Kompas.com - 30/09/2010, 17:31 WIB

KOMPAS.com Anda baru saja mendapatkan anugerah dari Sang Maha untuk memelihara dan mengasuh seorang anak. Akhirnya ia diperbolehkan oleh dokter untuk kembali ke rumah bersama Anda. Saking tak ingin lepas darinya, Anda pun membawa dia tidur bersama Anda di tempat tidur. Namun, apakah mengajak bayi tidur seranjang dengan Anda adalah tindakan terbaik atau sebaiknya si bayi tidur di kamar sendiri?

Menurut dr Suririnah, penulis Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan, tidur seranjang dengan bayi atau memisahkan si bayi di kamarnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jika bayi dibiarkan tidur di kamar sendiri, maka orangtua bisa beristirahat tanpa terganggu. Menurut dr Suririnah, bayi mungkin sesekali akan terbangun jika ia berada di kamar tersendiri. Disarankan untuk menggunakan monitor suara bayi yang dihubungkan ke kamar Anda. Namun, perlu dicamkan bahwa tak ada yang bisa menggantikan pengawasan langsung dari orangtua dan jangan bergantung sepenuhnya pada alat monitor.

Orangtua yang memilih untuk mengajak bayinya tidur seranjang dengannya akan mendapatkan keuntungan bahwa Anda akan lebih mudah dan cepat memenuhi kebutuhan si bayi saat itu juga serta bisa memonitor si bayi secara langsung. Ditambahkan dr Suririnah, sindroma kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome) akibat bayi lupa bernapas lebih rendah pada bayi yang tidur seruangan dengan orangtuanya. Namun, saat orangtua memutuskan bayi tidur seranjang, ada kemungkinan saat orangtua tertidur sangat lelap, si bayi bisa tertimpa atau terjepit tanpa Anda sadari.

Disarankan, untuk bayi yang baru pulang ke rumah hingga beberapa minggu ke depan, letakkan dia di dalam ranjang tersendiri tetap dalam ruangan yang sama dengan orangtuanya. Menurut dr Suririnah, hal tersebut merupakan solusi teraman dan menyenangkan.

Yang mesti diperhatikan saat tidur seruangan dengan bayi, bersihkan kamar dari rokok, alkohol, atau obat-obatan. Rokok bisa mengakibatkan kematian bayi mendadak. Adapun obat yang menyebabkan kantuk dan alkohol bisa membuat orangtua lupa atau terlena bahwa bayi ada dekat Anda.

Pasangan yang baru menjadi orangtua juga butuh waktu tidur. Sementara itu, bayi-bayi yang baru lahir biasanya tidak bisa tidur sepanjang malam sampai mereka memiliki berat badan dua kali berat badan lahirnya. Biasanya, bayi berusia 3-4 bulan sudah memiliki pola tidur stabil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau