Mobil Mewah Toyota Terbanyak Kena Razia

Kompas.com - 30/09/2010, 18:21 WIB

BATAM, KOMPAS.com - Dari 104 mobil mewah impor di Batam yang diduga berdokumen palsu atau manipulatif, 54 unit di antaranya bermerek Toyota. Jumlah itu merupakan yang terbanyak dibandingkan merek lain yang terjaring.

Data tersebut disampaikan Direktur I Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Brigjen Usman Nasution dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat di Kota Batam, Kamis (30/9/2010). Kegiatan tersebut berkaitan dengan pengusutan kasus dugaan pemalsuan atau manipulasi dokumen mobil mewah impor di Batam yang mulai dilakukan Mabes Polri sejak Kamis pekan lalu.

Merek berikutnya adalah Mercedez Benz sebanyak 20 unit, BMW sebanyak 18 unit, Honda sebanyak 5 unit, dan Nissan sebanyak 2 unit. Adapun merk Jaguar, Volvo, Mazda, Audi, dan Mitsubishi, masing-masing satu unit.

Mobil-mobil tersebut semuanya masih disita di Polda Kepulauan Riau guna kepentingan penyidikan. Polisi sebelumnya telah melakukan cek fisik untuk mengetahui nomor rangka dan nomor mesin.

Data fisik tersebut, menurut Usman, akan dikirim ke Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang bersangkutan. Tujuannya untuk mengonfirmasi tahun pembuatan.

Dari hasil hasil pengecekan sejumlah mobil, terbukti ada perbedaan antara fisik mobil dan formulir B yang dikeluarkan Kantor Bea dan Cukai. Contohnya, sebuah mobil sedan BMW, terdata di formulir B sebagai truk Mitsubishi. Ada pula sebuah mobil sedan Mercedez Benz, terdata di formulir B sebagai Honda Accord.

Mobil yang diduga masuk ke Batam setelah tahun 2004 tersebut dimanipulasi datanya sehingga menjadi sebelum tahun 2004 agar terbebas dari bea masuk. Ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2003 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah di Kawasan Berikat Daerah Industri Pulau Batam berlaku per 1 Januari 2004. Di samping itu, pajak kendaraan bermotor yang dibayar setiap tahunnya bisa lebih rendah.

Total mobil mewah impor yang masuk ke Batam setelah tahun 2004 diperkirakan Mabes Polri lebih dari 500 unit. Sebagian di antaranya ada yang merembes ke luar Batam seperti ke Jakarta.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau