Gedung baru dpr

Anggaran Gedung Baru DPR Turun Rp 500 M

Kompas.com - 30/09/2010, 18:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat antara pimpinan Dewan, pimpinan BURT, tim teknis dan konsultan pembangunan gedung baru DPR memutuskan penurunan biaya pembangunan hingga Rp 500 miliar.

Ketua DPR merangkap Ketua BURT, Marzuki Alie, mengatakan, anggaran yang semula Rp 1,8 triliun kini turun menjadi Rp 1,3 triliun atau turun Rp 500 miliar. Sebelumnya, setelah mendapat tekanan publik, anggaran yang dinilai bombastis itu turun menjadi Rp 1,5 triliun.

"Tadi mereka menyampaikan akan turun lagi menjadi Rp 1,3 triliun. Sudah termasuk IT dan mebel. Jadi, sudah berkurang Rp 500 miliar. Saya masih berharap turun lagi, Rp 1,2 triliun. Jadi, ada penghematan Rp 600 miliar," ucap Marzuki dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/9/2010) petang.

Semula, biaya pembangunan Rp 1,8 triliun akan dianggarkan dalam 3 tahun anggaran 2010 hingga 2012 dengan anggaran masing-masing Rp 250 miliar, Rp 800 miliar, dan Rp 750 miliar. Penurunan biaya pembangunan ini tidak akan memengaruhi volume dan kualitas gedung yang akan dibangun. Namun, secara teknis, Marzuki mengaku tidak mengetahui di mana saja penghematan terjadi.

Tak dibangun tahun ini Rapat juga memutuskan, gedung baru tidak akan dibangun pada tahun 2010. Anggaran Rp 250 miliar yang sudah dialokasikan akan dikembalikan ke kas negara. "Walaupun nantinya yang Rp 250 miliar hangus, saya yakin anggaran tahun 2011 (Rp 800 miliar) cukup," ujarnya.

Kepastian mengenai perlu-tidaknya gedung ini dibangun masih akan menunggu sikap semua fraksi setelah mendengarkan paparan dari tim teknis dan konsultan. "Yang jelas, tahun ini tidak perlu dilaksanakan pembangunannya," ungkap Marzuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau