Korban bentrok di pn jaksel

Dua Jenazah Dibawa Pulang Berbarengan

Kompas.com - 30/09/2010, 19:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua dari tiga jenazah korban kerusuhan di Jalan Ampera Raya, depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (29/9/2010) dibawa pulang pihak keluarga setelah diotopsi di Rumah Sakit Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (30/9/2010).

Masing-masing jenazah Agustinus Tomasoa (49) dan Frederick Pilo Letlet (29) yang diberangkatkan dengan dua mobil jenazah secara bersamaan. Isak tangis anggota keluarga tampak mengiringi jenazah saat dimasukkan ke dalam mobil. Rencananya, kedua jenazah akan disemayamkan di rumah sakit St Carolus sebelum dimakamkan.

Menurut kakak Agustinus, Pieter Tomasoa, jenazah Agustinus akan dimakamkan pada besok siang di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. "Jam 12 akan dimakamkan, di TPU Pondok Kelapa," katanya di RS Sukanto.

Sedangkan jenazah Frederick akan dimakamkan di Tual, Maluku Utara. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga Saefudin, satu jenazah lainnya, masih menunggu jenazah selesai diotopsi di kamar jenazah RS Sukanto. Saefudin adalah supir Kopaja yang turut mrenjadi korban bentrok dua kelompok massa tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau