Unjuk Rasa Sambut Setahun Gempa Padang

Kompas.com - 30/09/2010, 22:57 WIB

PADANGPARIAMAN, KOMPAS.com - Ratusan warga Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Padangpariaman, Kamis (30/9/2010) dalam rangka peringatan musibah gempa 30 September 2009.

Koordinator aksi unjuk rasa, Nurhayati Kahar di Padangpariaman, Kamis menyatakan, penanggulangan pasca bencana sejak tahun 2007 hanya sebatas fisik belaka.

"Hingga saat ini posisi korban bencana gempa, baik tahun 2007 maupun 2009 masih membutuhkan perhatian pihak terkait," katanya.

Menurutnya, yang paling utama dalam upaya pemenuhan hak-hak korban bencana sebagaimana yang sudah diamanatkan oleh UU 24/2007 tentang penanggulangan bencana.

Ditegaskannya, pihaknya yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Korban Bencana untuk Keadilan itu mendesak pemerintah daerah untuk beberapa hal.

Pihaknya mendesak agar pemerintah menuntaskan segera dana rehabilitasi dan rekonstruksi gempa tahun 2007 dan 2009.

Selanjutnya, warga juga meminta agar dijalankannya proses pelaksanaan penanggulangan bencana secara transparan dan akuntabel.

Selain itu, warga mendesak agar pemerintah segera memfungsikan infrastruktur dasar pelayanan bagi masyarakat.

Ketua DPRD Padangpariaman, Eri Zulfian saat menemui para demonstran menyatakan, pihaknya berkomitmen segera menyelesaikan permasalahan gempa dalam pembahasan APBD 2010.

Dinyatakannya, seluruh Fraksi di DPRD Padangpariaman menyatakan, rekayasa dan penipuan dalam penyaluran bantuan gempa akan diselesaikan.

Diakuinya, bantuan gempa 2007 ada keterlambatan dari sisi administrasi, namun hal itu sudah selesai dan kini penyaluran tengah berjalan.

Eri Zulfian sangat menyesalkan, ada warga Kota Pariaman yang ikut berdemonstrasi karena seharusnya protes itu disampaikan kepada pemerintah setempat.

Pj Bupati Padangpariaman, Febri Erizon, menambahkan, pemerintah terus berupaya bagaimana penyaluran bantuan gempa cepat selesai.

Febri menjelaskan, teknis bantuan itu dengan cara pembentukan Pokmas, dan Pemprov Sumbar melalui Pemkab sudah menyalurkan dana langsung ke rekening Pemkab.

Oleh karena itu, ditegaskannya, tidak ada sama sekali dana yang tertinggal di Pemkab.

Pemkab Padangpariaman juga berkomitmen tidak ada ampun bagi pelaku penyelewengan dana bantuan gempa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau