MOSKOW, KOMPAS.com - Pasukan keamanan Rusia menjinakkan dua bom mobil di kota Stavropol, Rusia selatan, Kamis (30/9/2010), setelah mendapat laporan dari warga setempat.
Satu bom ditempelkan pada sesosok mayat di dalam sebuah mobil yang diparkir dekat sebuah kafe di kota yang merupakan pusat regional itu. Polisi kemudian menemukan sebuah bom satunya, juga di dalam sebuah mobil yang diparkir di lokasi berdekatan.
Pasukan keamanan telah menonaktifkan kedua bom tersebut, kata kantor berita RIA Novosti. "Bom-bom itu telah dilumpuhkan, beratnya sekitar 15 kilogram. Mayat dengan banyak luka itu telah dipindahkan dari mobil tersebut," kata seorang polisi dari lokasi kejadian.
Daerah Stavropol berbatasan dengan kawasan bergolak Kaukasus Utara, tempat puluhan serangan gerilya terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.
Kekerasan berkobar di Kaukasus Utara yang berpenduduk mayoritas muslim, tempat gerilyawan yang marah karena kemiskinan dan terdorong oleh ideologi jihad global ingin mendirikan sebuah negara merdeka yang berdasarkan hukum syariah.
Pada 24 September, sejumlah penyerang bersenjata menembak mati seorang kepala sekolah di rumahnya di provinsi Dagestan, Rusia, sementara bentrokan lain menewaskan delapan orang di wilayah Kaukasus Utara.
Dalam beberapa bulan ini, serangan terhadap guru dan imam semakin sering terjadi di Dagestan, dalam apa yang disebut analis sebagai upaya gerilyawan untuk mengincar orang-orang yang mereka yakini tidak mematuhi ajaran Islam yang benar.
Kremlin hingga kini masih berusaha mengatasi gerilyawan muslim di Kaukasus, satu dasawarsa setelah pasukan federal mendongkel dominasi separatis di Chechnya.
Dagestan, yang terletak di kawasan pesisir Laut Kaspia, telah menggantikan wilayah-wilayah tetangganya sebagai pusat kekerasan di Kaukasus Utara yang berpenduduk mayoritas muslim.
Pada 12 September, sejumlah orang bersenjata menembak mati seorang aparat keamanan senior di Republik Dagestan, sementara polisi membunuh sedikitnya tujuh gerilyawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang