Rusia

Mayat Dekat Kafe Ditempeli Bom 15 Kg

Kompas.com - 01/10/2010, 03:26 WIB

MOSKOW, KOMPAS.com - Pasukan keamanan Rusia menjinakkan dua bom mobil di kota Stavropol, Rusia selatan, Kamis (30/9/2010), setelah mendapat laporan dari warga setempat.

Satu bom ditempelkan pada sesosok mayat di dalam sebuah mobil yang diparkir dekat sebuah kafe di kota yang merupakan pusat regional itu. Polisi kemudian menemukan sebuah bom satunya, juga di dalam sebuah mobil yang diparkir di lokasi berdekatan.

Pasukan keamanan telah menonaktifkan kedua bom tersebut, kata kantor berita RIA Novosti. "Bom-bom itu telah dilumpuhkan, beratnya sekitar 15 kilogram. Mayat dengan banyak luka itu telah dipindahkan dari mobil tersebut," kata seorang polisi dari lokasi kejadian.

Daerah Stavropol berbatasan dengan kawasan bergolak Kaukasus Utara, tempat puluhan serangan gerilya terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.

Kekerasan berkobar di Kaukasus Utara yang berpenduduk mayoritas muslim, tempat gerilyawan yang marah karena kemiskinan dan terdorong oleh ideologi jihad global ingin mendirikan sebuah negara merdeka yang berdasarkan hukum syariah.

Pada 24 September, sejumlah penyerang bersenjata menembak mati seorang kepala sekolah di rumahnya di provinsi Dagestan, Rusia, sementara bentrokan lain menewaskan delapan orang di wilayah Kaukasus Utara.

Dalam beberapa bulan ini, serangan terhadap guru dan imam semakin sering terjadi di Dagestan, dalam apa yang disebut analis sebagai upaya gerilyawan untuk mengincar orang-orang yang mereka yakini tidak mematuhi ajaran Islam yang benar.

Kremlin hingga kini masih berusaha mengatasi gerilyawan muslim di Kaukasus, satu dasawarsa setelah pasukan federal mendongkel dominasi separatis di Chechnya.

Dagestan, yang terletak di kawasan pesisir Laut Kaspia, telah menggantikan wilayah-wilayah tetangganya sebagai pusat kekerasan di Kaukasus Utara yang berpenduduk mayoritas muslim.

Pada 12 September, sejumlah orang bersenjata menembak mati seorang aparat keamanan senior di Republik Dagestan, sementara polisi membunuh sedikitnya tujuh gerilyawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau