Pengejaran teroris

Kapolda Sumut Tinjau Lokasi Baku Tembak

Kompas.com - 01/10/2010, 11:27 WIB

TEBING TINGGI, KOMPAS.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Oegrosono, Jumat (1/10/2010), turun ke lokasi baku tembak antara polisi versus teroris di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Oegrosono menginstruksi jajarannya untuk terus mengejar para komplotan bersenjata laras panjang itu.

Hingga kini, satuan Brimob Poldasu masih mengejar komplotan bersenjata api yang diperkirakan berjumlah 14 orang. Petugas juga melakukan penjagaan ketat di sejumlah jalan-jalan di wilayah perbatasan Kabupaten Serdang Bedagai.

Di lokasi baku tembak, Polisi sudah memasang police line (garis polisi). Mobil Kijang kapsul berwarna biru dengan nomor polisi B 1712 EY dan sepeda motor Jupiter bernopol 3738 ALL masih terlihat berada di lokasi. Di lokasi kejadian juga masih terlihat proyektil senjata laras panjang.

Diduga, belasan orang bersenjata itu terkait dengan perampokan Bank CIMB Niaga dan aksi penyerangan di Mapolsek Hamparan Perak, Medan.

Seperti diberitakan, kontak tembak diketahui pertama kali terjadi di kawasan Simpang Brohol. Kejadian itu bermula dari laporan yang diterima polisi tentang aktivitas sekelompok orang yang mencurigakan di kawasan hutan Gunung Pamela, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai.

Kelompok itu sudah beberapa hari di sana. Atas informasi tersebut, beberapa polisi mencoba menelusuri hingga kemudian terjadi baku tembak saat bertemu dengan komplotan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau