BPS: Semoga Inflasi Tak Tembus 6 Persen

Kompas.com - 01/10/2010, 12:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kenaikan inflasi pada bulan September 2010 sebesar 0,44 persen. Dengan demikian, dalam sembilan bulan terakhir laju inflasi sudah mencapai 5,28 persen. Angka ini, nyaris melampaui target inflasi yang ditetapkan pemerintah di angka 5,3 persen hingga akhir tahun.

Kepala BPS Rusman Heriawan berpendapat sulit bagi pemerintah untuk mempertahankan target. "Tinggal 3 bulan lagi menutup 2010. Kalau bicara 5,3 kan berarti sudah tercapai. Kurang 0,2 poin saja. Tapi bukan berarti inflasi kita sampai akhir ini bisa lebih tinggi dari 6 persen," ungkapnya.

Menurut Rusman, bisa saja dalam tiga bulan terakhir di 2010 akan terjadi deflasi dan mengurangi angka inflasi yang ada sekarang. Belajar dari pengalaman di 2009, deflasi pernah terjadi di bulan November. "Jadi, meski kita sekarang 5,28 persen, mudah-mudahan tak tembus enam persen. Saya lebih cenderung akan di atas 5,3 tapi tidak akan melampaui enam persen," tambahnya.

Mengenai kemungkinannya, Rusman mengatakan bisa saja. Namun, pasalnya, saat ini harga beras masih bertahan di level tinggi meski harga komoditi lain sudah turun. Oleh karena itu, pencapaian di bawah 6 persen diharapkan dari penurunan harga beras.

Saat menetapkan target 5,3 persen, lanjut Rusman, sepertinya pemerintah belum mempertimbangkan faktor eksternaliti secara matang. Pemulihan ekonomi dunia memang memperbaiki pertumbuhan ekonomi, konsekuensinya permintaan tinggi dan harga barang-barang tinggi. Ini disebut imported inflation.

Tapi di lain pihak, Indonesia memperoleh berkat karena nilai tukar rupiah menguat. "Kalau rupiah lemah, imported inflation mungkin bisa jadi primadona dalam inflasi kita. Tapi karena rupiah menguat, jadi ada balance di situ," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau