JAKARTA, KOMPAS.com — Meski hanya sekitar 20 orang, Kesatuan Aksi Lintas Mahasiswa atau KALAM menuntut Aburizal Bakrie untuk segera melunasi pajak yang nilainya mencapai Rp 11,4 triliun di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi dan Wisma Bakrie, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Dalam orasinya, massa merentangkan spanduk tuntutan dan poster bergambar karikatur Aburizal Bakrie dengan tulisan "DPO Pengemplang Pajak". "Aburizal Bakrie katanya bijak, malah ngemplang pajak membayar mafia pajak semacam Gayus," ujar koordinator aksi, Rahman Latuconsina, Jumat (1/10/2010) di depan Gedung KPK, Jakarta.
Dalam aksinya, massa mendesak KPK agar segera menangkap dan mengadili Aburizal Bakrie yang terindikasi melakukan penggelapan pajak, mendesak Satgas Mafia Hukum untuk segera menangkap siapa pun yang telah melakukan penggelapan pajak tanpa pandang bulu, dan mendesak Dirjen Pajak untuk segera mengusut kasus penggelapan pajak yang telah dilakukan Bakrie Group.
Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) melansir laporannya, menduga bahwa PT Bumi Resources Tbk melalui tiga perusahaannya, yakni Bumi Resources, Kaltim Prima Coal, dan Arutmin, telah melakukan manipulasi pajak dan royalti batu bara sebesar 620 juta dollar AS atau Rp 5,68 triliun untuk tahun buku 2003-2008.
Dugaan tersebut diperkuat oleh terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan yang mengakui bahwa dia mendapat uang Rp 30 miliar untuk mengurusi pajak ketiga perusahaan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang