UKM Minta Bandung Air Show Rutin Digelar

Kompas.com - 01/10/2010, 23:58 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Para pelaku usaha kecil menengah yang terlibat dalam Bandung Air Show (BAS) pada 23-26 September 2010 memberikan apresiasi positif. Mereka berharap, acara itu digelar tahunan, setidaknya dilakukan berkala.

Pemilik Ganza Jewelry, Wati Windu di Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/10/2010), menuturkan, BAS berpeluang besar untuk dijadikan tujuan wisata tahunan. Bandung seharusnya dapat menarik wisatawan lebih banyak dengan acara seperti BAS sehingga tercipta peluang-peluang usaha baru.

Wati menjual cincin batu mulia. Contoh batu-batu mulia itu seperti merah delima, safir, dan zamrud. Adapun cincin terbuat dari perak, emas, dan platinum. Cincin dijual dengan harga mulai Rp 250.000 misalnya, untuk bahan perak dan merah delima.

Manajer Badan Promosi Pengelola Keterkaitan Usaha Kamar Dagang dan Industri (BPPKU Kadin) Kota Bandung Bambang Pris Bintoro mengungkapkan, harapan agar BAS yang digelar di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Husein Sastranegara, Bandung bisa menjadi agenda rutin.

Acara itu merupakan kombinasi pameran kedirgantaraan dengan produk kerajinan. "Akan tetapi, menurut Bintoro, promosi harus lebih ditingkatkan. Penumpang yang baru turun dari pesawat perlu diarahkan untuk datang ke pameran," ujarnya.

Sebanyak tiga UKM binaan BPPKU Kadin Kota Bandung, masing-masing berkesempatan menjual aksesoris logam, batik, serta sulam pita dan alas kaki. Produk yang ditawarkan misalnya baju batik dengan harga mulai Rp 100.000 dan sepatu mulai Rp 300.000.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau