Penyerbuan massa

Brimob dan TNI Jaga Kampung Ahmadiyah

Kompas.com - 02/10/2010, 00:54 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Ratusan anggota Polri dan TNI mengamankan perkampungan Ahmadiyah di Kampung Kopi di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/10/10) dinihari ini, setelah ribuan warga menyerbu permukiman yang dihuni jemaah Ahmadiyah dan membakar 20 rumah warga setempat.

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Tomex Korniawan yang dihubungi Kompas hari Jumat tengah malam mengatakan, sebelum penyerbuan oleh massa, terjadi penusukan terhadap dua warga Kampung Cimandala, tetangga Kampung Kopi. Tidak jelas siapa pelaku penusukan itu.

Namun sebelumnya, kata Tomex, warga Kampung Kopi bertanya kepada petugas Satpol PP tentang kelanjutan pembangunan masjid Ahmadiyah. Percakapan ini didengar warga Kampung Cimandala. Warga Cimandala marah dan menyerang permukiman Ahmadyah di Kampung Kopi. Dalam peristiwa itulah, dua warga Cimandala mengalami luka tusuk. Salahs atunya bernama Rendi. Kedua korban dirawat di RS PMI Bogor.

Menurut Kapolres Bogor, setelah mengetahui dua warga mengalami luka tusuk, massa yang terdiri dari ribuan orang pun menyerbu permukiman Ahmadiyah dan membakar sedikitnya 20 rumah warga dan masjid mereka.

"Ini merupakan lanjutan kasus sebelumnya saat massa mengobrak-abrik dan menghancurkan masjid Ahmadiyah beberapa bulan lalu," kata Tomex.

Hingga Sabtu dinihari ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dan belum ada yang ditahan dalam kasus ini. Namun keamanan di perkampungan Ahmadiyah dijaga ketat oleh 150 anggota Polres Bogor, 100 anggota Brimob Mabes Polri dari Kedunghalang, dan puluhan anggota TNI dari Kodim dan Yonif Garuda. "Saat ini satu kompi Brimob Polda Jawa Barat dalam perjalanan dari Bandung ke lokasi," jelas Kapolres Bogor.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau