BOGOR, KOMPAS.com - Ratusan anggota Polri dan TNI mengamankan perkampungan Ahmadiyah di Kampung Kopi di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/10/10) dinihari ini, setelah ribuan warga menyerbu permukiman yang dihuni jemaah Ahmadiyah dan membakar 20 rumah warga setempat.
Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Tomex Korniawan yang dihubungi Kompas hari Jumat tengah malam mengatakan, sebelum penyerbuan oleh massa, terjadi penusukan terhadap dua warga Kampung Cimandala, tetangga Kampung Kopi. Tidak jelas siapa pelaku penusukan itu.
Namun sebelumnya, kata Tomex, warga Kampung Kopi bertanya kepada petugas Satpol PP tentang kelanjutan pembangunan masjid Ahmadiyah. Percakapan ini didengar warga Kampung Cimandala. Warga Cimandala marah dan menyerang permukiman Ahmadyah di Kampung Kopi. Dalam peristiwa itulah, dua warga Cimandala mengalami luka tusuk. Salahs atunya bernama Rendi. Kedua korban dirawat di RS PMI Bogor.
Menurut Kapolres Bogor, setelah mengetahui dua warga mengalami luka tusuk, massa yang terdiri dari ribuan orang pun menyerbu permukiman Ahmadiyah dan membakar sedikitnya 20 rumah warga dan masjid mereka.
"Ini merupakan lanjutan kasus sebelumnya saat massa mengobrak-abrik dan menghancurkan masjid Ahmadiyah beberapa bulan lalu," kata Tomex.
Hingga Sabtu dinihari ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dan belum ada yang ditahan dalam kasus ini. Namun keamanan di perkampungan Ahmadiyah dijaga ketat oleh 150 anggota Polres Bogor, 100 anggota Brimob Mabes Polri dari Kedunghalang, dan puluhan anggota TNI dari Kodim dan Yonif Garuda. "Saat ini satu kompi Brimob Polda Jawa Barat dalam perjalanan dari Bandung ke lokasi," jelas Kapolres Bogor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang