Serangan teroris

Tiga Kontak Senjata Terjadi, Dua Terluka

Kompas.com - 02/10/2010, 02:41 WIB

Serdang Bedagai, Kompas - Sekitar 14 orang bersenjata diburu polisi sejak Kamis malam hingga Jumat (1/10) malam. Tiga kali kontak senjata terjadi di tiga tempat berbeda di Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Hingga semalam, polisi masih berusaha mengejar para pelaku yang diduga bagian dari jaringan teroris dan kini masih berada di kawasan perkebunan di Desa Pertapakan, Kabupaten Serdang Bedagai, dan sekitarnya. Polisi masih mengecek laporan warga yang menyebutkan dua anggota gerombolan bersenjata itu ada yang luka akibat tertembak, tetapi belum ada hasil.

”Perkembangan belum dilaporkan. Sejak kontak senjata tadi pagi, belum ada perkembangan lebih lanjut,” kata Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri kepada pers seusai shalat Jumat di Masjid Al Maarif, Tarakan, Kalimantan Timur. Di Tarakan, Kapolri mengecek situasi lapangan pasca-kerusuhan Senin hingga Selasa lalu. Ia mengimbau masyarakat terus menjaga perdamaian dan kesepakatan damai.

Kepala Kepolisian Daerah Sumut Inspektur Jenderal Oegroseno, Jumat pagi, melihat lokasi kontak tembak di Desa Pekan Kemis, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Deli Serdang. Kepala Bidang Humas Polda Sumut Komisaris Besar Baharaddin Djafar menjelaskan, dalam pengejaran terhadap kawanan bersenjata, polisi telah menahan enam sepeda motor. Polisi juga menemukan 200 peluru senjata jenis AK di salah satu tempat kontak senjata.

Kepala Satuan Brimob Polda Sumut Komisaris Besar Verdianto Iskandar Biticaca di Desa Pekan Kemis mengatakan akan terus mencari ke-14 tersangka. Ia yakin kawanan itu belum lari jauh, apalagi dilaporkan dua anggota kawanan itu terluka. Sebanyak 2 SSK Brimob Polda Sumut serta 2 anjing pelacak jenis herder dan labrador dikerahkan untuk melacak buronan.

Menurut sejumlah penduduk dan polisi, tiga hari lalu penduduk mendapati sejumlah orang yang mencurigakan masuk ke kawasan Gunung Pamela di perbatasan Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Simalungun. Polisi kemudian mengirim satuan intelijen dan Kamis malam diketahui bahwa kawanan bersenjata itu memasuki Kota Bukit Tinggi. Sekitar pukul 18.00 kontak senjata pertama terjadi di Titi Gantung, Desa Brohol, Kota Tebing Tinggi.

Polisi menahan satu sepeda motor milik kawanan bersenjata itu, tetapi pengendaranya kabur.

Polisi menyebar informasi tentang kawanan itu ke polsek- polsek di sepanjang jalur Serdang Bedagai, yaitu lintas Tebing Tinggi-Deli Serdang yang melalui Dolok Masihul. Kawanan bersenjata merampas sepeda motor Yamaha Mio milik petugas retribusi di perbatasan Tebing Tinggi-Serdang Bedagai.

Beberapa polisi di polsek mengetahui kelompok ini, tetapi belum mengambil tindakan karena kekuatan senjata yang diduga tidak berimbang. Baru Jumat pukul 02.30, kawanan itu disergap di jalan raya Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul. Dua anggota kawanan dikabarkan mengalami luka tembak, tetapi dilarikan teman-teman mereka. Polisi menyita salah satu sepeda motor kawanan itu, sebuah Yamaha Vega.

Kawanan itu ternyata berbalik arah, kembali ke Kota Tebing Tinggi, dan terjadi kontak senjata dengan patroli Brimob. ”Mereka menyemburkan peluru bang,” kata seorang personel Brimob.

Kawanan bersenjata terpencar ke perkebunan sawit dan ke Kota Bukit Tinggi. Di Desa Pekan Kemis, petugas menemukan tiga sepeda motor milik kawanan dan satu Yamaha Mio yang dirampas kawanan dari petugas retribusi.

(THT/MHF/WSI/MAR/WER/BRO/FER)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau