Fasilitas parlemen

PSHK: Batalkan Gedung Baru DPR

Kompas.com - 02/10/2010, 03:03 WIB

Jakarta, Kompas - Dewan Perwakilan Rakyat seharusnya tidak cuma menunda, tetapi juga membatalkan rencana pembangunan gedung baru. Selain anggarannya terlalu tinggi, penambahan staf ahli untuk anggota DPR bukanlah alasan kuat untuk membangun gedung baru.

Pendapat itu disampaikan Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Ronald Rofriandri di Jakarta, Jumat (1/10). Di satu sisi, keputusan penundaan dan penurunan anggaran pembangunan gedung baru DPR cukup baik. Namun, di sisi lain, penurunan anggaran pembangunan gedung membuktikan kemungkinan ada upaya penggelembungan dalam penyusunan anggaran sebelumnya.

”Pertanyaan kritis kenapa kemudian bisa diturunkan Rp 500 miliar tidak dapat dielakkan. Ada sesuatu yang tidak beres dalam perencanaannya,” paparnya. Ronald berpendapat akan lebih baik jika DPR membatalkan rencana pembangunan gedung itu.

Secara terpisah, Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR Pius Lustrilanang menjelaskan, anggaran pembangunan gedung baru DPR disusun Sekretariat Jenderal DPR dibantu konsultan.

Ia menilai, penundaan pembangunan gedung itu tepat. Jika gedung tetap dibangun, hal itu juga sesuai dengan upaya pengembangan kapasitas Dewan. Anggota DPR periode 2014-2019 yang akan menikmatinya dan bukan anggota DPR periode ini.

Sebelumnya, DPR berdalih gedung baru diperlukan karena gedung yang kini digunakan sebagai ruang kerja anggota DPR kelebihan kapasitas. Apalagi jika rencana penambahan staf ahli menjadi lima orang untuk setiap anggota DPR direalisasikan.

Berdasarkan hasil kajian PSHK, penambahan staf ahli untuk anggota DPR tak diperlukan. Alat kelengkapan DPR, seperti komisi, yang lebih membutuhkan penambahan staf ahli. (nta/tra)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau