Tersangka teroris tertembak densus 88

Calon Kuburan Terpaksa Ditimbun Lagi

Kompas.com - 02/10/2010, 09:42 WIB

LANGKAT, KOMPAS.com - Kuburan untuk pemakaman Ridwan tersangka teroris, yang tewas ditembak tim Densus 88 Mabes Polri, penduduk Desa Tandem Hilir Dua, Kecamatan Hamparen Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang telah digali terpaksa di timbun kembali. Pasalnya meski sudah hampir dua pekan berlalu, namun jenazah alharhum Ridwan terduga teroris itu, tidak juga diperbolehkan oleh polisi diambil keluarganya untuk segera dimakamkan, demikian dilaporkan dari Tandem Hilir, Sabtu (2/10/2010).      Misnan Kepala Dusun Tendem Hilir Dua yang ditemui,  mengungkapkan warga telah menggali kuburan untuk almarhum Ridwan,  sejak dua hari setelah ia diumumkan tewas, dalam penyergapan Densus 88 di Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang.      "Karena jenazahnya tak juga diperbolehkan untuk diambil dan dimakamkan, warga pun menutup kembali lubang kuburan ini," katanya. Menurut warga lainnya, beberapa kali ada pemberitahuan dari aparat kepolisian, bahwa jenazah almarhum akan dipulangkan, tapi hingga kini belum juga diserahkan kepada keluarganya.      Istri almarhum, Nurmala Sari, hingga kini tidak mengetahui keberadaan mayat suaminya, pasca penggerebekan Densus 88. "Ada yang mengatakan di Rumah Sakit Bayangkara Poldasu Medan, ada juga yang mengatakan sudah dibawa ke RS Polsi Keramat Jati Jakarta," tuturnya.      Bahkan ketika ada kabar jenazah suaminya masih di Rumah Sakit Bayangkara Poldasu Medan, dirinya tidak diperkenankan untuk melihat jenazahnya. "Padahal kami keluarga sudah membuat sejumlah persiapan seperti tenda, kursi, untuk memakamkan jenazah almarhum suami saya," katanya.      Dalam hal ini pihak keluarga sangat berharap, polisi secepatnya memperbolehkan keluarga untuk mengambil jenazah almarhum Ridwan selanjutnya dimakamkan di pekuburan muslim Tendem Hilir Dua, Kecamatan Hamparan Perak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau