Sandra Dewi, Juri Rambut yang Sering Keramas

Kompas.com - 02/10/2010, 10:11 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com -- Sejak setahun terakhir ini model iklan,bintang sinetron, dan pemain film Sandra Dewi sibuk dengan aktivitasnya sebagai juri rambut. Maksudnya, ia ikut menjadi juri yang khusus menilai rambut yang indah, bersih, dan sehat para peserta Clear Hair Model 2010 di berbagai kota di Indonesia.

"Gaya mereka semua masih natural dan lugu," ujar Sandra di sela-sela penjurian di Hotel JW Marriott Surabaya, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Dia mengaku senang dengan penampilan peserta audisi di Surabaya. "Rambutnya juga bagus-bagus dan, yang membuat saya kaget, ternyata sebagian besar peserta memiliki salon sendiri, pantesan rambutnya terawat, he-he-he," katanya.

Bicara soal perawatan rambut, gadis kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 27 tahun silam, ini mengaku tidak punya tips khusus. "Wah, aku cuma keramas setiap hari, terutama pada pagi hari sebelum beraktivitas. Kan jadwal kegiatanku banyak sehingga rambut cepat kotor dan lepek, jadinya mesti sering aku bersihkan," kata Sandra, yang ikut berperan di film Quickie Express.

Mellaui ajang seperti ini, Sandra Berharap muncul bakat baru di bidang hiburan. "Kan pemenangnya nanti main dalam dua episode FTV besutan sutradara Rudi Soedjarwo. Jadimestinya mereka nanti bisa berkesempatan menjadi bintang," ujar gadis bernama lengkap Monica Nicholle Sandra Dewi Gunawan Basri ini. (RAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau