Perampokan bank cimb niaga

Polisi Ketahui Identitas Tiga Perampok

Kompas.com - 02/10/2010, 20:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi telah mengetahui identitas tiga dari empat perampok yang tewas tertembak di Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (2/10/2010).

"Keempat perampok yang tertembak mati itu berinisial Tau, Ohn dan Zul, sementara satu tersangka belum diketahui identitasnya," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Irjen Iskandar Hasan di Jakarta, Sabtu.

Pengejaran perampokan dan telah terjadi kontak tembak dengan gerombolan tersebut pada pukul 12.05 hingga 12.40 WIB, ujarnya.

"Dari tempat kejadian perkara (TKP), anggota menemukan barang bukti di antaranya satu pucuk senjata api jenis AK 56, empat magazen dengan amunisi dalam jumlah yang cukup besar, satu senjata api jenis M-16 milik anggota yang ditembak di CIMB Niaga Medan saat terjadi perampokan dan satu pucuk senjata api FN rakitan," kata Iskandar.

Kadiv Humas mengatakan, para tersangka ditangkap di Desa Sarang Kuah Dolok Sagala dan satu anggota luka tembak bahu kanan atas nama Brigadir Sugeng.

Polda Sumatra Utara mengerahkan 400 personel untuk mengejar kawanan perampok bersenjata api yang mencoba melakukan aksinya di daerah perbatasan Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Pengejaran itu dipimpin langsung Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno yang telah berada di lokasi kejadian sejak Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Jenazah perampok bersenjata api tersebut akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk menjalani otopsi.

Bank CIMB Niaga yang berlokasi di Jalan Aksara Medan disatroni kawanan perampok pada Rabu (18/8/2010) sekitar pukul 12.00 WIB.

Perampokan Bank CIMB Niaga Medan itu berlangsung sangat cepat dan diduga dilakukan 16 orang dengan mengendarai sepeda motor dengan menggunakan helm penutup wajah.

Perampok tersebut mengobrak-abrik kantor bank swasta itu dan berhasil membawa uang hasil rampokan sekitar Rp 200 juta.

Dari tempat kejadian polisi menemukan barang bukti, yakni selongsong peluru, proyektil dan identifikasi foto pelaku dengan senjata menggunakan M 16, AK 47 dan pistol direbut dari personel Satuan Brimob Polda Sumut yang tewas yakni Brigadir Immanuel Simanjuntak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau