Inilah Senjata Perampok Serdang Begadai

Kompas.com - 02/10/2010, 22:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Markas Besar Polri menyatakan telah mengamankan barang bukti senjata yang dipakai para perampok di Dusun Sarang Puan, Desa Dolok Sagala, Dolok Masihul, Serdang Bedagai. Senjata yang digunakan para perampok ini aneka merek.

"Polisi berhasil mengamankan senjata yang digunakan para perampok. Yaitu, satu senjata api AK 56 dan 4 Magasen, peluru M 16 sebanyak 77 butir, peluru AK 47 sebanyak 394 butir, peluru call 7,62 sebanyak 182 butir, peluru call 7,2 (RPD) sebanyak 18 butir. Satu M16 milik anggota yang ditembak di CIMB, dan satu senjata api jenis FN rakitan," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Iskandar Hasan lewat pesan singkat kepada Kompas.com, Sabtu (2/10/2010).

Menurut Iskandar, semua barang bukti senjata ditambah barang bukti enam unit sepeda motor telah diamankan di Markas Polda Medan. Sementara, empat tersangka yang tertembak mati dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Dikatakan Iskandar, polisi akan terus memburu sekitar sembilan tersangka perampok lainnya yang masih dalam persembunyian.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian di daerah Sumatera Utara terlibat baku tembak dengan kelompok perampok bersenjata yang telah mereka buru sejak kemarin. Dalam baku tembak, empat tersangka komplotan ditembak mati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau