Wisatawan Australia ke Bali Meningkat

Kompas.com - 03/10/2010, 06:07 WIB

DENPASAR, Kompas.com - Masyarakat Australia yang berliburan ke Bali sebanyak 399.988 orang selama delapan bulan periode Januari-Desember 2010. Itu artinya, meningkat 47,25 persen dibanding kurun waktu yang sama tahun sebelumnya, tercatat 271.643 orang.

"Semakin banyaknya wisatawan asal negeri Kangguru berwisata ke Bali menempatkan negara itu pada urutan teratas dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Pulau Dewata," kata  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ida Komang Wisnu di Denpasar, Minggu (3/10/10).

Ia mengatakan, wisman negeri tetangga itu sebagian besar lewat Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat udara yang terbang langsung dari negaranya dan 8.047 orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

Australia mampu memberikan kontribusi sebesar 23,83 persen dari total wisman berliburan ke Bali sebanyak 1.678.170 orang selama delapan bulan, periode Januari-Agustus 2010.

Kondisi tersebut mengalami peningkatan sebesar 9,11 persen dibanding periode yang sama 2009 tercatat 1.538.048 orang.

Ida Komang Wisnu menambahkan, dari sepuluh negara terbanyak memasok pelancong untuk menikmati keunikan seni budaya serta panorama keindahan alam, enam negara diantaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan empat negara mengalami penurunan.

Keenam negara yang masyarakat semakin banyak ke Bali selain Australia juga China berada pada urutan ketiga dengan memasok 139.501 orang atau meningkat 2,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 135.710 orang.

Selain itu wisatawan Taiwan yang berada pada posisi kelima mengirim 88.448 turis bertambah 9,94 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya 80.452 orang.

Sementara wisatawan Inggris berkunjung ke Bali meningkat 6,49 persen dari 58.560 orang pada Januari-Agustus 2009 menjadi 62.358 orang periode yang sama 2010. Wisatawan asal Jerman juga meningkat 7,11 persen dari 50.800 orang menjadi 54.410 orang.

Wisatawan Singapura yang menempati urutan kesepuluh mengalami peningkatan yang sangat pesat yakni 54,96 persen dari 34.943 orang menjadi 54.147 orang.

Ida Komang Wisnu yang segera memasuki masa purna karya dan akan digantikan Ir Gede Suarsa, mantan kepala BPS Kabupaten Badung menambahkan, empat negara yang mengalami penurunan meliputi Jepang sebesar 22,67 persen dari 218.298 selama delapan bulan pertama 2009 menjadi 168.806 orang pada periode yang sama 2010.

Selain itu masyarakat Malaysia berkurang 3,75 persen dari 93.962 orang selama delapan bupan pertama 2009 menjadi 90.438 orang pada periode yang sama 2010. Korea Selatan juga menurun 2,09 persen dari 85.123 orang menjadi 83.342 orang dan Perancis turun 0,19 persen dari 73.167 orang menjadi 73.027 orang, ujar Ida Komang Wisnu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau