JAKARTA, KOMPAS.com — Melihat aksi premanisme dan teroris yang marak terjadi belakangan ini, warga merasa semakin tidak aman. Pihak kepolisian dinilai tidak mampu menjamin ketenangan dan keamanan warga. Setidaknya, begitulah yang dirasakan Catur, warga Kebon Pala, Makassar, Jakarta Timur.
"Mengerikan ya, merasa enggak aman. Kok aparat saja dilecehkan? Kita mencari ketenangan, di mana kalau aparat sudah seperti itu?" katanya, Minggu (3/10/2010).
Catur mengatakan, situasi Indonesia saat ini sudah seperti situasi dalam medan perang. Pihak kepolisian terlihat seperti berperang melawan aksi teroris yang terjadi di berbagai daerah. "Apalagi kalau ditayangkan terus pengejaran teroris, seolah-olah kaya perang. Bagi kami masyarakat kecil, itu merupakan cerminan yang harus segera diatasi," paparnya.
Begitupun saat melawan aksi premanisme. Pihak kepolisian diharapkan dapat menekan kelompok-kelompok preman agar tidak memiliki kekuatan sehingga dapat bertindak seenaknya. Jangan seolah-olah memelihara kelompok preman. "Kalau saya lihat harus diberantas lagi, seperti zaman dulu, seolah-olah dipelihara jadi merasa kuat. Sama juga kaya di Brasil, premanisme kaya negara dalam negara, polisi sama preman bentrok. Sampai kapan harus seperti ini? Kalau preman punya kekuatan, nanti seperti hukum rimba," ucap Catur yang Ketua RW itu.
Hal senada dikatakan Rima. Menurutnya, aksi premanisme semakin mengerikan dan ditemukan di mana-mana. "Semakin mengerikan, merasa ke mana-mana enggak aman. Preman petantang-petenteng. Kita di angkot saja mereka maksa minta uang. Ngeri," tuturnya.
Rima juga berharap pihak kepolisian lebih dapat meningkatkan usaha pengamanannya. Dia juga berharap agar masyarakat dapat saling menahan diri agar tidak terjadi aksi bentrok antarkelompok warga. "Yang penting kesadaran kita. Kalau kita ini saudara, ngapain gontok-gontokan kalau masalah kecil," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang