Tabrakan ka argo anggrek vs senja utama

Direktur PT KA Siap Dicopot

Kompas.com - 03/10/2010, 13:33 WIB

PEMALANG, KOMPAS.com Direktur Utama PT KAI Ignatius Jonan mengatakan, tugas yang dia emban merupakan amanah sehingga pencopotan jabatan atau tidak merupakan hal yang biasa.       "Saya siap (dicopot) karena tugas ini merupakan amanah," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, Epiardi Asda, mendesak pemerintah mencopot Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia terkait kasus tabrakan KA Argo Anggrek dengan Senja Utama di Desa Jatimulyo, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.       "Direktur Utama PT KAI harus dicopot untuk efek jera kepada yang lainnya," katanya saat meninjau lokasi tabrakan KA Argo Anggrek dengan Senja Utama di Pemalang, Minggu (3/10/2010).       Selama ini, katanya, setiap ada kasus kecelakaan, petugas bawahanya selalu yang disalahkan. Sementara itu, pimpinan hampir tidak pernah tersentuh dengan aturan hukum.       DPR, kata dia, perlu melakukan evaluasi terhadap manajeman dari badan usaha milik negara (BUMN) sehingga, setiap ada kesalahan, hal itu bisa diketahui.       "Komisi V DPR RI sebagai pengawas keselamatan transportasi mempunyai hati nurani sehingga tidak adil jika setiap ada kasus kecelakaan, yang disalahkan bawahanya saja," katanya.       Ia mengatakan, dengan adanya desakan pencopotan jabatan Direktur Utama PT KAI itu, baik pejabat maupun petugas perkeretaapian diharapkan dapat bekerja secara disiplin dan mempunyai tanggung jawab mengemban tugas.       "Kami melihat sering kali terjadi kasus semacam ini, tetapi dengan secepatnya perkara itu dilupakan. Kondisi semacam ini perlu dievaluasi lagi," kata Epiardi yang juga anggota Fraksi PPP DPR tersebut.       Kereta Argo Anggrek menabrak dari belakang KA Senja Utama yang sedang berhenti sekitar 500 meter barat Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10/2010) sekitar pukul 03.00. Sebanyak 36 korban tewas serta 40 penumpang luka berat dan ringan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau