Masinis dan Operator Masih Saksi

Kompas.com - 03/10/2010, 13:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian masih memeriksa masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek, M Halik Rusdiyanto, dan petugas pengatur perjalanan KA Stasiun Petarukan, Aji Subowo, terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Petarukan di Desa Serang, Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, kemarin. Hingga saat ini, belum ada peningkatan status dari keduanya untuk menjadi tersangka.

"Saya telepon Kapolres Pemalang (AKB Agus Broto Waspodo). Informasinya keduanya masih saksi dan masih diperiksa," ucap Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah AKB Joko Erwanto ketika dihubungi Kompas.com Minggu (3/10/2010).

Joko belum bersedia mengungkap hasil pemeriksaan keduanya yang berlangsung sejak kemarin. Namun, menurut dia, kemungkinan peningkatan status tetap ada. "Masih kami dalami. Nanti akan kami kabarkan hasilnya," ucap dia.

Seperti diberitakan, KA Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang yang berhenti di jalur tiga ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya. Akibatnya, sebanyak 36 penumpang tewas dan 40 korban luka berat. Selain Polri, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi juga sedang menyelidiki penyebab kecelakaan.

Berdasarkan penyelidikan sementara, kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian manusia karena sistem sinyal tidak mengalami gangguan. Menurut polisi, KA Argo Bromo Anggrek tetap berjalan meski lampu sinyal menyala merah yang seharusnya menjadi pertanda bahwa KA harus berhenti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau