Konferensi Anak Indonesia Usung Tema Air

Kompas.com - 04/10/2010, 00:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Konferensi Anak Indonesia 2010 yang akan diselenggarakan di Jakarta, 7-12 November 2010, dengan mengusung tema "Aku dan Air Bersih".

Menurut J Ernawati dari bagian Kurikulum Konferensi Anak Indonesia 2010 kepada ANTARA di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, konferensi tersebut diikuti delegasi anak-anak dari berbagai provinsi serta berbagai latar belakang ekonomi dan sosial budaya di Indonesia.

Ia menjelaskan, delegasi dipilih melalui sayembara karya tulis yang menceritakan pengalaman anak-anak Indonesia memperoleh air bersih di tempat tinggalnya.

Selama masa konferensi, delegasi Konferensi Anak Indonesia akan mendapatkan pembekalan dari para ilmuwan, ahli pedagogi, serta melakukan eksplorasi lapangan di lembaga pusat penelitian kehutanan antarbangsa (CIFOR) di Bogor.

Dalam rangkaian konferensi tersebut, kata dia, pada tanggal 11 November 2010, bertempat di Balai Sudirman, di Jakarta delegasi Konferensi Anak Indonesia 2010 akan berdiskusi bersama para ilmuwan, menteri terkait, dan pelaku industri untuk menghasilkan sebuah deklarasi yang akan diserahkan kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Menurut dia, Konferensi Anak Indonesia 2010 yang bertema "Aku dan Air Bersih" adalah usaha melibatkan anak-anak dalam mencari solusi bagi masalah hubungan air dan manusia di masa sekarang dan masa depan.

Melalui Konferensi Anak Indonesia 2010, katanya, diharapkan terjadi mobilitas psikologis di generasi anak-anak Indonesia yang diperlukan untuk menciptakan sikap perilaku yang bijaksana dalam memanfaatkan air untuk kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya, serta menjaga ketersediaan air yang lebih baik di masa sekarang dan masa depan.

Berkaitan dengan misi Konferensi Anak Indonesia 2010 tersebut, Konferensi Anak Indonesia 2010 menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian, kompetensi, serta dedikasi dalam memperbaiki masalah hubungan manusia dan air.

Para pihak itu adalah Majalah Anak Bobo, telah merintis berbagai wadah edukasi anak-anak yang penuh dengan kegembiraan, kejujuran, dan ketelitian untuk menularkan tradisi ideal kemanusiaan kepada anak-anak Indonesia.

Salah satu wadah yang telah diciptakan untuk menularkan tradisi ideal kemanusian tersebut adalah Konferensi Anak Indonesia. Konferensi Anak Indonesia merupakan wujud transformasi Konferensi Anak Bobo yang telah berlangsung selama 10 tahun.

Kemudian, Pusat Penelitian Kehutanan Antarbangsa (CIFOR), yang telah berperan serta dalam Konferensi Anak Indonesia selama dua tahun terakhir.

Sebagai bagian dari Kelompok Konsultatif pada Penelitian Pertanian Internasional (CGIAR, Consultative on International Agricultural Research), CIFOR berkiprah dalam penelitian aspek hutan, mitigasi, dan adaptasi terhadap perubahan iklim global.

CIFOR memberikan dukungan penuh kepada ilmu pengetahuan yang mendasari hubungan air dan hutan secara sistemik.

Pihak lainnya adalah Universitas Indonesia (UI) di mana melalui Fakultas Teknik Lingkungan, turut berperan serta dalam Konferensi Anak Indonesia 2010 yang bertema "Aku dan Air Bersih".

Penyusunan konsep dan kurikulum pembekalan delegasi Konferensi Anak Indonesia 2010 dilakukan dibawah bimbingan Dr Firdaus Ali, selaku dosen di Fakultas Teknik Lingkungan, Universitas Indonesia.

Dalam kehidupannya sehari-hari, Dr Firdaus Ali merangkap juga sebagai anggota Badan Regulator Pelayanan Air Minum Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Selain itu, Universer Awareness, sebuah lembaga independen internasional yang peduli kepada pendidikan anak-anak marjinal di dunia.

Lembaga itu, memfokuskan diri kepada pendidikan sains untuk anak-anak marjinal dan misi mengajarkan kemampuan berpikir logis serta terbuka kepada ilmu pengetahuan, Universe Awareness telah mengajak anak-anak marjinal di berbagai pelosok tanah air untuk mengenal dan mencintai alam lebih dekat melalui permainan sains edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak.

Universe Awareness di Indonesia diasuh oleh Dr Premana Premadi yang sehari-hari bekerja sebagai dosen di jurusan Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung.

Dalam Konferensi Anak Indonesia 2010 ini, Universe Awareness akan berbagi pengetahuan tentang sejarah air di alam semesta dengan cara yang kreatif dan permainan yang menyenangkan.

Melalui acara bermain dan belajar bersama Universe Awareness, delegasi Konferensi Anak Indonesia 2010 diharapkan menyadari keberuntungan manusia tinggal di planet air bernama Planet Bumi, demikian J Ernawati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau