MOTEGI, MINGGU -
Capaian waktu Stoner ini 3,868 detik lebih cepat dari Andrea Dovizioso yang menempati posisi start terdepan. Ia juga lebih cepat 5,707 detik lebih cepat dari Valentino Rossi.
Ini adalah kemenangan kedua bagi Stoner yang ia raih berurutan. Meskipun ia sempat frustrasi karena menghadapi berbagai masalah dengan motor Ducati-nya sepanjang pekan ini.
Peringkat pertama saat ini, Jorge Lorenzo, bahkan hanya berada di urutan keempat. Namun, ia memberi tontonan yang seru ketika ”berduel” dengan Rossi pada lap terakhir di balapan ini. Lorenzo, yang kemudian kalah dalam salip-menyalip, mengeluhkan peristiwa itu. Katanya, itu ”agak keterlaluan”.
Stoner, yang baru saja memenangi balapan di Grand Prix Aragon bulan lalu, justru menganggap kemenangan ini ”mengejutkan”. Ia tidak menyangka akan menang setelah ia dan timnya berjuang mengutak-atik mesin motornya hingga betul-betul sempurna. Ia bahkan menyebut pekan ini sebagai pekan bencana, gara-gara disibukkan mengatur-atur mesin motor itu.
”Jelas sekali motor ini sangat tidak sempurna untuk trek seperti ini. Bahwa saya bisa mengatasi hal ini dan bahkan bisa menang, itu sesuatu yang luar biasa bagi saya, tim, dan semua orang. Ini menjadi satu kemenangan yang paling mengesankan, tak terlupakan,” ujar Stoner.
Dovizioso, pebalap dari Honda, meratapi banyaknya kesalahan kecil yang ia bikin sehingga tidak mampu menyalip Stoner. Namun, ia merasa gembira berada di urutan kedua. ”Tentu kegembiraan ini tidak 100 persen. Namun, bisa kembali ke podium itu sungguh penting,” kata pebalap asal Italia ini.
Sedikit mengingatkan jalannya pertandingan, dua pebalap dari Yamaha, Rossi dan Lorenzo, menyuguhkan pertunjukan duel yang brilian pada dua lap terakhir. Keduanya bisa beriringan dengan kecepatan tinggi. Motor keduanya sempat saling senggol ketika masing-masing saling berusaha mendahului, terutama saat berada di tikungan. Saling senggol lalu saling salip pada satu lap terakhir ini yang disebut Lorenzo sebagai ”keterlaluan”. Mungkin karena ia gagal merebut posisi ketiga dan gagal naik podium.
Rossi, yang masih cedera pundak, justru santai menghadapi duel tersebut. ”Itu tadi lucu,” kata juara dunia sembilan kali ini seusai balapan. Bagi Rossi, saling mendahului itu biasa, tetapi pada lap terakhir, pebalap jangan pernah menyerah. Itu menentukan siapa yang akan naik ke podium.
Lorenzo sendiri mempertanyakan taktik Rossi. ”Saya harus mengatakan, dalam beberapa hal, ia (Rossi) tidak benar-benar jujur,” katanya.
Menurut Lorenzo, keduanya sama-sama berada di ambang batas, mendekati garis finis. Namun, ia menilai beberapa gerakan Rossi sedikit keterlaluan. ”Ia menyenggol saya dan mendorong saya ke samping. Saya kira itu tidak benar,” katanya.
Lorenzo bisa saja memandang dengan cara lain. Bahwa kemenangan Stoner itu tidak akan menggeser posisinya di keseluruhan balapan. Ia masih yang terdepan. Dengan hanya empat pertandingan tersisa, Lorenzo tetap selamat bahkan jika berada di posisi kesembilan pada balapan selanjutnya di Malaysia pekan depan. Dengan catatan, Dani Pedrosa belum bisa tampil akibat cedera saat latihan.