Moto gp

Stoner Terdepan, Lorenzo Keempat

Kompas.com - 04/10/2010, 05:08 WIB

MOTEGI, MINGGU - Pebalap Australia, Casey Stoner, meraih titel pada grand prix di Jepang, Minggu (3/10). Juara dunia 2007 ini mencatat waktu 43 menit 12,266 detik di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang.

Capaian waktu Stoner ini 3,868 detik lebih cepat dari Andrea Dovizioso yang menempati posisi start terdepan. Ia juga lebih cepat 5,707 detik lebih cepat dari Valentino Rossi.

Ini adalah kemenangan kedua bagi Stoner yang ia raih berurutan. Meskipun ia sempat frustrasi karena menghadapi berbagai masalah dengan motor Ducati-nya sepanjang pekan ini.

Peringkat pertama saat ini, Jorge Lorenzo, bahkan hanya berada di urutan keempat. Namun, ia memberi tontonan yang seru ketika ”berduel” dengan Rossi pada lap terakhir di balapan ini. Lorenzo, yang kemudian kalah dalam salip-menyalip, mengeluhkan peristiwa itu. Katanya, itu ”agak keterlaluan”.

Stoner, yang baru saja memenangi balapan di Grand Prix Aragon bulan lalu, justru menganggap kemenangan ini ”mengejutkan”. Ia tidak menyangka akan menang setelah ia dan timnya berjuang mengutak-atik mesin motornya hingga betul-betul sempurna. Ia bahkan menyebut pekan ini sebagai pekan bencana, gara-gara disibukkan mengatur-atur mesin motor itu.

”Jelas sekali motor ini sangat tidak sempurna untuk trek seperti ini. Bahwa saya bisa mengatasi hal ini dan bahkan bisa menang, itu sesuatu yang luar biasa bagi saya, tim, dan semua orang. Ini menjadi satu kemenangan yang paling mengesankan, tak terlupakan,” ujar Stoner.

Dovizioso, pebalap dari Honda, meratapi banyaknya kesalahan kecil yang ia bikin sehingga tidak mampu menyalip Stoner. Namun, ia merasa gembira berada di urutan kedua. ”Tentu kegembiraan ini tidak 100 persen. Namun, bisa kembali ke podium itu sungguh penting,” kata pebalap asal Italia ini.

Sedikit mengingatkan jalannya pertandingan, dua pebalap dari Yamaha, Rossi dan Lorenzo, menyuguhkan pertunjukan duel yang brilian pada dua lap terakhir. Keduanya bisa beriringan dengan kecepatan tinggi. Motor keduanya sempat saling senggol ketika masing-masing saling berusaha mendahului, terutama saat berada di tikungan. Saling senggol lalu saling salip pada satu lap terakhir ini yang disebut Lorenzo sebagai ”keterlaluan”. Mungkin karena ia gagal merebut posisi ketiga dan gagal naik podium.

Rossi, yang masih cedera pundak, justru santai menghadapi duel tersebut. ”Itu tadi lucu,” kata juara dunia sembilan kali ini seusai balapan. Bagi Rossi, saling mendahului itu biasa, tetapi pada lap terakhir, pebalap jangan pernah menyerah. Itu menentukan siapa yang akan naik ke podium.

Lorenzo sendiri mempertanyakan taktik Rossi. ”Saya harus mengatakan, dalam beberapa hal, ia (Rossi) tidak benar-benar jujur,” katanya.

Menurut Lorenzo, keduanya sama-sama berada di ambang batas, mendekati garis finis. Namun, ia menilai beberapa gerakan Rossi sedikit keterlaluan. ”Ia menyenggol saya dan mendorong saya ke samping. Saya kira itu tidak benar,” katanya.

Lorenzo bisa saja memandang dengan cara lain. Bahwa kemenangan Stoner itu tidak akan menggeser posisinya di keseluruhan balapan. Ia masih yang terdepan. Dengan hanya empat pertandingan tersisa, Lorenzo tetap selamat bahkan jika berada di posisi kesembilan pada balapan selanjutnya di Malaysia pekan depan. Dengan catatan, Dani Pedrosa belum bisa tampil akibat cedera saat latihan. (AFP/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau