Industri makanan dan minuman

Omzet Industri Mamin Naik 10 Persen

Kompas.com - 04/10/2010, 09:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Omzet penjualan makanan dan minuman terus membengkak. Pada September lalu, omzet penjualan industri ini naik 10 persen menjadi sebesar Rp 400 triliun.

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) mencatat peningkatan omzet karena kenaikan harga makanan dan minuman menyusul melambungnya harga bahan baku. Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman menuturkan, peningkatan penjualan juga didorong naiknya target omzet penjualan hingga akhir tahun. "Kami mengharapkan omzet penjualan bisa menembus Rp 620 triliun hingga akhir tahun ini dari target sebelumnya sebesar Rp 600 triliun," kata Adhi kepada KONTAN.

Produk minuman yang laris manis terjual adalah minuman kemasan (kaleng, botol, dus) seperti teh, kopi, softdrink, dan sari buah. Adhi bilang, lonjakan penjualan juga dialami minuman, yakni rata-rata sekitar 10 persen-15 persen. Sedangkan untuk produk makanan yang paling banyak seperti makanan kemasan. Namun untuk makanan kenaikannya tidak signifikan.

Pertumbuhan penjualan tertinggi dialami industri minuman menengah. Adhi mengatakan melonjaknya omzet penjualan di kelas menengah karena nilainya selama ini tidak terlalu besar. Selain itu, dia bilang kesempatan produsen minuman menengah masuk ke pasar lebih terbuka dibandingkan minuman besar. "Industri besar kesulitan melakukan penetrasi pasar, sementara industri menengah sekarang mampu memproduksi berbagai jenis minuman yang diproduksi industri besar," katanya.

Adhi mengatakan industri minuman yang besar biasanya tumbuh jika menambah jenis produk. "Untuk itu, industri besar hanya akan mengandalkan adanya produk baru agar bisa mendorong pertumbuhan. Walaupun bergitu, pertumbuhan industri minuman tergolong lebih cepat dibandingkan industri makanan," tambahnya.

Sekedar informasi saja, GAPMMI mencatat Lebaran kemarin omzet penjualan naik Rp12,5 triliun. Angka tersebut diambil berdasarkan asumsi pendapatan pada bulan biasa yang mencapai Rp 50 triliun. (Ario Fajar/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau