Pembangunan di utara jakarta

Tanah Ambles, Pembangunan Jalan Terus

Kompas.com - 04/10/2010, 09:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah ancaman amblesan tanah yang semakin dalam, pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap melanjutkan pembangunan di wilayah utara. Pembangunan ini akan disesuaikan dengan standar nasional serta memperhatikan faktor lingkungan.

Berdasarkan penelitian Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta bekerja sama dengan peneliti geodesi dari Institut Teknologi Bandung, wilayah Jakarta Utara mengalami penurunan muka tanah paling besar dibanding wilayah lain.

Hal tersebut ditunjukkan melalui data penelitian selama delapan tahun terakhir, di mana kawasan Muara Baru jeblok hingga 116 cm. Di wilayah Kelapa Gading, amblesan tanah mencapai kedalaman 47 cm.

"Penurunan tanah di daerah utara memang cukup signifikan, tapi bukan berarti tidak boleh dibangun karena bangunan-bangunan di daerah utara menggunakan pondasi tiang pancang yang berdiri di atas tanah keras," kata Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI, Putu Indiana kepada Kompas.com, Senin (3/10/2010).

Sebelumnya, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Muhammad Tauchid Tjakra Amidjaja pernah mengatakan, pemprov DKI terus memantau dan mengendalikan agar permukaan tanah tidak mengalami penurunan terus-menerus. Salah satu caranya dengan membatasi pengambilan air tanah, yang tahun ini mencapai 8,5 juta meter kubik.

Selanjutnya, pemprov akan tetap meneruskan program pembangunan sarana dan prasarana, termasuk di wilayah Jakarta Utara. Setiap tahun Pemprov DKI melakukan penelitian terhadap kekuatan infrastruktur tersebut.

Sebelumnya pula, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menegaskan amblesnya sebagian badan Jalan RE Martadinata beberapa waktu lalu tidak akan menghentikan upaya pemprov DKI untuk melanjutkan pembangunan di wilayah tersebut. Sebab, katanya, seluruh bangunan tersebut telah disesuaikan dengan standar nasional. Pemprov DKI juga telah melarang sistem dewatering, yakni membuang air pada tanah basah terutama pada pembuatan basement.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau