Bobol Avanza, Tewas Dihakimi Massa

Kompas.com - 04/10/2010, 10:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang penjahat jalanan, M Abdul Jalil (32), ditangkap massa dan dikeroyok hingga tewas setelah kepergok membobol mobil Toyota Avanza di Jalan Tampak Siring, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (1/10/2010).

Kanit Reskrim Polsektro Kalideres Iptu Heru SY mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat siang. "Kala itu Abdul kepergok mencuri sebuah tas dari mobil Toyota Avanza B 7429 JB milik Hendra Widodo," ujarnya, Sabtu (2/10/2010).

Menurut Heru, awalnya aksi Abdul berjalan lancar dan nyaris tak ada orang yang mencurigainya. Apalagi Abdul dibantu rekannya, Rudyanto Tjahyadi, yang bertugas memantau situasi.

Namun, pria asal Palembang, Sumatera Selatan, itu tidak menyangka bahwa mobil yang dia bobol tersebut dipasangi alarm. Ketika dia membuka pintu mobil dengan kunci letter T, ternyata alarm berbunyi. "Bunyi alarm mobil Avanza itu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya dan mereka pun meneriaki si maling," kata Heru.

Abdul berusaha kabur sambil membawa sebuah tas yang berisi komputer jinjing dan surat-surat berharga milik Hendra. "Dia sempat berlari lebih dari satu kilometer. Tapi, karena dikejar massa, akhirnya dia tertangkap," ujar Heru.

Abdul tertangkap di Jalan Peta Barat, Kalideres. Tak pelak lagi pukulan dan tendangan menghujani tubuhnya. Meski dia menjerit-jerit minta ampun, massa tetap menggebukinya.

Aksi main hakim itu baru berhenti setelah petugas Polsektro Kalideres tiba di lokasi kejadian. "Luka yang dialami Abdul sangat parah dan dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit RS Soekanto (Polri), Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, dia tewas sebelum sempat menjalani perawatan," ungkap Heru.

Sementara Rudyanto, yang bertugas memantau situasi saat Abdul beraksi, lolos dari perhatian massa. Rekan Abdul ini sebenarnya naik sepeda motor dan berada di seberang jalan. Ketika melihat banyak orang mengejar Abdul, dia segera kabur.

Menurut Heru, Rudyanto kabur begitu saja dan meninggalkan sepeda motor Suzuki Shogun bernopol B 6295 BCP. Motor tersebut kini berada di Mapolsektro Kalideres sebagai barang bukti.

Selain menyita sepeda motor Shogun, polisi juga menyita sebuah kunci letter T. (Toto Sunandar)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau