JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian ESDM mencatat harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) rata-rata selama Januari-September 2010 mencapai 77,16 dollar AS per barrel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo di Jakarta, Senin mengatakan, realisasi ICP tersebut masih lebih rendah dari asumsi APBN Perubahan 2010 yang ditetapkan sebesar 80 dollar AS per barrel. "Rata-rata ICP masih di bawah asumsi APBN," katanya. Menurut dia, harga rata-rata ICP bulan September 2010 mencapai 76,76 dollar AS per barrel atau naik 0,82 dollar per barrel dari bulan sebelumnya atau Agustus sebesar 75,97 dollar per barrel.
Sementara harga rata-rata ICP bulan Juli 2010 sebesar 73,75 dollar AS per barrel, Juni 75,27 dollar AS per barrel , Mei 77,02 dollar AS per barrel , April 85,54 dollar AS per barrel, Maret 78,71 dollar per barrel, Februari 74,05 dollar per barrel dan Januari 77,33 dollar per barrel.
Tim Harga Minyak Indonesia seperti dikutip dari situs www.migas.esdm.go.id mengungkapkan, peningkatan harga minyak mentah pada bulan September 2010 dibandingkan sebelumnya sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, kecuali Nymex.
Sejumlah lembaga analis pasar minyak mengatakan, faktor yang menyebabkan peningkatan harga minyak antara lain perkiraan kenaikan harga minyak mentah dunia oleh beberapa lembaga analis pasar minyak.
International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak global 2010 meningkat sebesar 1,9 juta barel per hari atau 2,2 persen menjadi 86,6 juta batrel per hari dibanding 2009.
Sementara OPEC juga memperkirakan, permintaan minyak mentah global untuk 2010 meningkat sebesar 1,05 juta barel per hari menjadi 85,5 juta batrel per hari.
Peningkatan harga minyak juga disebabkan laporan IEA bulan September 2010 yang menyatakan terjadi penurunan suplai minyak mentah global sebesar 0,25 juta barel per hari dibanding bulan sebelumnya menjadi 86,8 juta batrel per hari.
Selain itu, peningkatan harga minyak juga akibat melemahnya nilai tukar dollar AS terhadap euro dan yen. Di pasar minyak AS, harga minyak WTI/Nymex mengalami penurunan yang disebabkan tingginya stok minyak mentah komersial AS dan turunnya tingkat pengoperasian kilang domestik AS.
Sedangkan di kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipicu laporan peningkatan indeks manufaktur China menjadi 52,9 yang merupakan level tertinggi dalam lima bulan terakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang