JAKARTA, KOMPAS.com — Tingginya curah hujan yang terjadi hari Minggu (4/10/2010) sore kemarin di hampir seluruh wilayah Jakarta masih meninggalkan genangan air di RW 3 dan 4 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Sempitnya lebar Kali Sunter yang mengalir di wilayah itu turut andil menyebabkan banjir.
"Air mulai menggenangi wilayah kami itu kemarin setelah shalat maghrib. Lalu, banjirnya paling parah terjadi dini hari tadi jam 02.00 dini hari, sampai dada orang dewasa," ujar Parman, warga RT 2 RW 4, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, kepada Kompas.com, Senin (4/10/2010).
Menurutnya, air surut mulai pukul 04.00 WIB, tetapi para warga masih kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. "Soalnya surut agak lama," imbuh Parman.
Parman menuturkan, dua pekan ini lingkungan mereka sudah tiga kali mengalami banjir karena hujan terus-menerus. "Malah yang aneh itu pas Lebaran kemarin, di sini tak hujan, tapi tetap kena banjir sampai setinggi di atas lutut. Mungkin karena dapat banjir kiriman dari Bogor," papar dia.
Warga lainnya, Teguh, menduga, rumah yang berdiri di sebagian bantaran Kali Sunter telah mempersempit lebar sungai. "Dulu lebar kalinya 13 meter dan sekarang menyempit jadi 7 meter," tuturnya.
Teguh tinggal di Cipinang Melayu sejak tahun 1980 dengan membeli tanah persawahan. "Waktu itu masih sawah dan memang sering banjir setiap musim hujan, tapi surutnya cepat," kata dia.
Ia menambahkan, ada warga tetangganya yang tidak menganggap penting soal aturan pendirian bangunan di tepi sungai. "Mereka pelan-pelan membangun untuk rumah tinggal sejak 2000-an," ungkap Teguh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang