Tarian Tengger dan Api Unggun Honda di Bromo

Kompas.com - 04/10/2010, 18:26 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Setelah melewati tiga hari perjalanan melintasi 5 Provinsi di Pulau Jawa dengan jarak tempuh 1.227 kilometer, akhirnya ke-15 riders sampai juga di lokasi tujuan akhir Gunung Bromo, Jawa Timur. Sebagai puncak acara, sebuah api unggun dinyalakan, Senin dini hari tadi(4/10/10), pukul 03.00 WIB disaksikan seluruh peserta turing "New Brotheroad Mega Pro: The Real Street Fighter" dan warga sekitar Gunung Bromo.

Pagi dini hari itu terlihat indah karena ditemani langit cerah, sehingga gugusan bintang andromeda terlihat. Udara dingin ditambah semilir angin pegunungan makin yang mendinginkan badan dapat ditepis oleh hangatnya api unggun yang dikelilingi dan dinyalakan oleh para riders - yang masing-masing memegang obor - secara bersamaan api yang mencerminkan semangat kebersamaan itu.

"Ini dilakukan untuk semakin mempererat Brotheroad dikalangan bikers Honda khususnya Mega Pro Community yang secara langsung terlibat di acara ini," ujar Ahmad Muhibbuddin, Manager PR Corporate Communications PT Astra Honda Motor, hari ini.

Setelah menyalakan api unggun, empat gadis kecil langsung menyambut riders dengan Tari Tengger khas Bromo. Untuk menambah kehikmatan acara api unggun ini, seorang pendeta Hindu asli masyarakat Tengger memberikan doa-doanya ke para riders. juga memercikkan air doa ke sepeda motor tiap-tiap riders.

Acara ini sekaligus menutup turing "New Brotheroad: Mega Pro The Real Street Fighter" dengan rute Jakarta-Bromo berjarak tempuh 1.227 km. Seluruh kegiatan berlangsung tanpa kendala berarti, dan Honda bisa dibilang sukses membelah Jawa dengan New Mega Pro, selamat!!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau