Masih berada di luar negeri

Presiden SBY Tak Buka Duel Indonesia-Uruguay

Kompas.com - 04/10/2010, 20:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan tidak akan membuka pertandingan persahabatan sepak bola antara tim nasional Indonesia dan Uruguay di Stadioun Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (8/10/2010). Hal ini ditegaskan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha ketika dikonfirmasi Kompas.com di Kantor Presiden, Senin.

"Presiden masih di luar negeri pada Jumat ini," kata Julian singkat.

Presiden dijadwalkan bertolak ke Belanda, Selasa (hari ini), dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan menteri terkait lainnya akan tiba kembali ke Tanah Air pada Sabtu mendatang.

Sebelumnya, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif mengungkapkan, Presiden akan melakukan tendangan pembuka (kick off) dalam pertandingan antara tim nasional Indonesia dan Uruguay di Stadion Gelora Bung Karno. Presiden Uruguay Jose Mujica semula juga dijadwalkan hadir di Stadion Gelora Bung Karno. Namun sayang, Presiden Mujica gagal menghadiri pertandingan tersebut akibat terkendala masalah teknis.

Iman mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan undangan secara resmi untuk hadir di laga besar tersebut. "SBY sudah diundang dan propose. (Tendangan kick off) bisa kita lakukan jika Pak SBY hadir," kata Iman melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Senin kemarin.

Untuk menghadapi laga itu, tim nasional telah melakukan persiapan dalam pelatnas tahap kedua yang mulai digelar pada hari ini. Pelatnas ini juga bakal dihadiri empat pemain Belanda keturunan Indonesia yang akan tampil bersama tim "Merah Putih".

Jhony Rudolf van Beukering (Go Ahead Eagles), Sergio van Dijk (Adeliede United FC), Rafael Guillermo Edwardp Maitimo (FC BIT China), Jeffry de Vischer (FC Emmen) dijadwalkan mengikuti pelatnas, Rabu besok.

Setelah melawan Uruguay, Bambang Pamungkas dan kawan-kawan akan kembali melakoni laga uji coba melawan Maladewa, Rabu (13 Oktober 2010). Pertandingan uji coba itu merupakan bagian dari persiapan tim "Garuda" tampil di ajang Piala AFF yang akan digelar Desember nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau