KOMPAS.com — Kelompok Taliban mengumumkan sayap barunya. Sasaran kelompok ini adalah iring-iringan kendaraan NATO yang melewati Pakistan dari pelabuhan Karachi. Sebagaimana warta AP pada Senin (4/10/2010), divisi logistik ini justru memiliki penjagaan ala kadarnya.
Sementara itu, logistik untuk pasukan NATO di Afganistan dari depo di Pakistan dikirim melalui Celah Khyber. Celah ini dipandang sebagai jalur penting bagi pasokan NATO dan tidak jelas kapan perselisihan seputar serangan lintas batas minggu lalu akan terselesaikan.
Kendaraan pengangkut logistik yang diserang hari ini seharusnya akan bergerak melewati Celah Khyber ke penyerangan perbatasan di Torkham yang sudah ditutup dalam lima hari terakhir karena perselisihan diplomatik ini. Lebih dari 200 kendaraan yang membawa pasokan untuk pasukan NATO itu masih tertahan di pos-pos perbatasan. Sementara itu, rute lain di Chaman, lebih jauh di arah Selatan, masih tetap terbuka.
Seorang juru bicara Pakistan mengatakan, dia berharap dan memperkirakan bahwa NATO tidak akan terlalu lama lagi akan diizinkan kembali berlalu lalang melewati Celah Khyber, tetapi dia mengatakan hal itu tergantung situasi keamanan. Pasukan ISAF pimpinan NATO mengatakan, operasi-operasinya sejauh ini tidak terpengaruh oleh serangan-serangan itu. Namun, pihaknya "mulai menjajaki kemungkinan-kemungkinan lain".
Pasokan-pasokan itu saat ini dibawa masuk ke Afganistan Utara melalui Uzbekistan dan Tajikistan. Akan tetapi, juru bicara NATO tidak mengatakan jalur Utara mana persisnya yang sedang mereka pertimbangkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang