Transjakarta

Halte Koridor IX-X Belum Diperbaiki

Kompas.com - 05/10/2010, 03:50 WIB

Jakarta, Kompas - Dewan Transportasi Kota Jakarta mempertanyakan kelambanan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam mempersiapkan peluncuran bus transjakarta Koridor IX dan X. Sampai tiga bulan menjelang akhir tahun belum tampak persiapan peluncuran angkutan massal itu.

”Sebagian besar halte di Koridor IX dan X yang rusak belum diperbaiki. Badan jalan yang menjadi jalur khusus bus transjakarta juga masih banyak yang rusak,” kata Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan, Senin (4/10) di Jakarta Pusat.

Menurut Tigor, sebelum pengoperasian kedua koridor itu, dishub juga harus mengkaji apakah kedua koridor yang ada masih sesuai dengan kebutuhan warga. Jika sudah tidak sesuai, dishub harus mengubah jalurnya sebelum mengoperasikan.

Pengoperasian koridor baru bus transjakarta harus dipersiapkan dengan baik dan tidak terburu-buru. Jika layanan awal buruk karena persiapan yang terburu-buru, masyarakat akan enggan menggunakan transjakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, proyek perbaikan halte sedang dalam proses lelang. Proses perbaikan halte akan dimulai sebelum akhir Oktober dan selesai pertengahan Desember.

Di sisi lain, pengadaan bus untuk melayani kedua koridor itu juga sedang berlangsung. Pada tahap pertama, 69 bus dan 25 bus gandeng sedang dirakit untuk mulai dioperasikan pada akhir Desember.

Pada tahap kedua, 45 bus akan dibeli untuk melayani kedua koridor itu. Ke-45 bus itu akan mulai dioperasikan pada pertengahan 2011.

Harus terlibat

Dalam kesempatan terpisah, DPRD DKI mengajak masyarakat Jakarta untuk terlibat dalam mengatasi kemacetan di Jakarta. Warga diajak untuk menggunakan kereta api, bus transjakarta, dan angkutan umum lainnya sebagai ganti kendaraan pribadi.

”DPRD akan mendorong pemerintah untuk terus memperbaiki layanan angkutan massal dan angkutan umum di Jakarta. Kenyamanan dan kecepatan angkutan massal akan ditingkatkan secara bertahap agar warga mau pindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum,” tutur anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Aliman Aat, saat menghadiri dialog dengan generasi muda.

Anggota Komisi C DPRD DKI, Elizabeth Liestriana, mengatakan, selain mendorong pengoperasian Koridor IX dan X, DPRD juga akan menganggarkan dana untuk membangun Koridor XI dan XII. Semakin luasnya jaringan layanan bus transjakarta diharapkan mampu menarik minat warga untuk bepergian dengan angkutan massal, bukan dengan kendaraan pribadi.

Anggota Komisi D DPRD DKI, Rois Hadayana Syaugie, mengatakan, pindahnya masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan massal diperlukan untuk mengurangi volume lalu lintas. Di sisi lain, saat jumlah penumpang angkutan massal terus bertambah, Pemprov DKI akan lebih serius lagi menambah jumlah armada dan meningkatkan kenyamanan angkutan massal. (ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau