Jakarta, Kompas
”Sebagian besar halte di Koridor IX dan X yang rusak belum diperbaiki. Badan jalan yang menjadi jalur khusus bus transjakarta juga masih banyak yang rusak,” kata Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan, Senin (4/10) di Jakarta Pusat.
Menurut Tigor, sebelum pengoperasian kedua koridor itu, dishub juga harus mengkaji apakah kedua koridor yang ada masih sesuai dengan kebutuhan warga. Jika sudah tidak sesuai, dishub harus mengubah jalurnya sebelum mengoperasikan.
Pengoperasian koridor baru bus transjakarta harus dipersiapkan dengan baik dan tidak terburu-buru. Jika layanan awal buruk karena persiapan yang terburu-buru, masyarakat akan enggan menggunakan transjakarta.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, proyek perbaikan halte sedang dalam proses lelang. Proses perbaikan halte akan dimulai sebelum akhir Oktober dan selesai pertengahan Desember.
Di sisi lain, pengadaan bus untuk melayani kedua koridor itu juga sedang berlangsung. Pada tahap pertama, 69 bus dan 25 bus gandeng sedang dirakit untuk mulai dioperasikan pada akhir Desember.
Pada tahap kedua, 45 bus akan dibeli untuk melayani kedua koridor itu. Ke-45 bus itu akan mulai dioperasikan pada pertengahan 2011.
Dalam kesempatan terpisah, DPRD DKI mengajak masyarakat Jakarta untuk terlibat
”DPRD akan mendorong pemerintah untuk terus memperbaiki layanan angkutan massal dan angkutan umum di Jakarta. Kenyamanan dan kecepatan angkutan massal akan ditingkatkan secara bertahap agar warga
Anggota Komisi C DPRD DKI, Elizabeth Liestriana, mengatakan, selain mendorong pengoperasian Koridor IX dan X, DPRD juga akan menganggarkan dana untuk membangun Koridor XI dan XII. Semakin luasnya jaringan layanan bus transjakarta diharapkan mampu menarik minat warga untuk bepergian dengan angkutan massal, bukan dengan kendaraan pribadi.
Anggota Komisi D DPRD DKI, Rois Hadayana Syaugie, mengatakan, pindahnya masyarakat