Calon tunggal kapolri

Ini Dia Sosok Timur Pradopo

Kompas.com - 05/10/2010, 08:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nama Timur Pradopo akhirnya menjadi calon tunggal Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke DPR, Senin (4/10/2010). Kemunculan Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri mengejutkan karena namanya baru disebut-sebut kurang dari 24 jam sebelum pengumuman pencalonannya.

Pangkat komisaris jenderal baru diperoleh tadi pagi saat Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengangkatnya sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, dan itu pun belum lama karena baru diangkat pada 22 Juni 2010.

Penggantian jabatan tersebut juga sangat cepat karena Timur Pradopo mengaku baru diberi tahu akan dimutasi pagi tadi dan langsung melakukan serah terima jabatan.

Meski demikian, karier Timur Pradopo di Polri sudah dilakoni dari bawah sejak masuk Akademi Kepolisian tahun 1978. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat dan Kapolres Metro Jakarta Pusat pada awal reformasi. Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolda Banten, Kapolda Jawa Barat, dan terakhir Kapolda Metro Jaya.

Berikut biodata singkat Komjen Timur Pradopo:

Nama Lengkap: Timur Pradopo Tempat, Tanggal Lahir: Jombang, Jawa Timur, 10 Januari 1956 Agama: Islam Jabatan terakhir: Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri

PENDIDIKAN :

Umum : - Akademi Kepolisian (1978) - Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1989)

Khusus : - Kejuruan: PA Lantas - Sekolah Staf dan Pimpinan Polisi (Sespimpol) (1996) - Sekolah Staf Administrasi Tingkat Tinggi (Sespati Polri) (2001)

PERJALANAN KARIER DI POLRI :

Kepangkatan : - Komisaris Jenderal

Jabatan : - Perwira Samapta Poltabes Semarang - Perwira Operasi Satuan Lalu Lintas Semarang - Kepala Seksi Ops Poltabes Semarang - Kapolsekta Semarang Timur - Kabag Lantas Polwil Kedu - Kasubag Ops Dit Lantas Polda Metro Jaya - Kasat Lantas Restro Jakarta Pusat - Kapolsek Metro Sawah Besar - Waka Polres Tangerang - Kabag Jianma Dit Lantas Polda Metro Jaya - Kapolres Metro Jakarta Barat (1997-1999) - Kapolres Metro Jakarta Pusat (1999-2000) - Kapuskodal Ops Polda Jawa Barat (2000) - Kepala Polwiltabes Bandung (2001) - Kakortarsis Dediklat Akpol (2002) - Irwasda Polda Bali (2004) - Kapolda Banten (2005) - Kaselapa Lemdiklat Polri (2008) - Staf Ahli Bidang Sosial Politik Kapolri (2008) - Kapolda Jawa Barat (2008-2010) - Kapolda Metro Jaya (2010) - Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri (2010)

PENGHARGAAN : - Satya Lencana 16 Tahun

KELUARGA : - Irianti Sari Andayani (istri) - 1. Moh Bimo Aryo Seto (anak) - 2. Dhea Istigfarina Miranti (anak)

Sumber: Litbang Kompas

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau