INDRALAYA — Seusai diperkosa, Melati (14)—bukan nama sebenarnya—diikat di pohon karet. Menurut korban, pelaku perkosaan adalah Sai (35), warga sesama Dusun I Desa Tanjung Agung, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Beruntung ada warga melintas yang menolongnya. Setelah bebas dari ikatan, siswi SMP di Indralaya itu pulang sambil menangis dan mengadukan nasibnya kepada orangtuanya. Peristiwa yang membuat Melati trauma itu langsung dilaporkan orangtuanya ke Kepolisian Sektor Indralaya.
Ketika pulang sekolah berjalan kaki menyusuri kebun karet, korban berpapasan dengan tersangka yang diketahui bernama Sai. Tiba-tiba Sai langsung menariknya dan mencekik serta memukul dada korban. Selanjutnya, Melati diseret ke dalam kebun karet yang ketika itu cukup sepi dari lalu lalang warga. Tersangka dengan leluasa memerkosa korban.
Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka mengikat korban di pohon karet. Korban berteriak minta tolong, kebetulan didengar warga yang melintas sehingga langsung menolong dan mengantarnya pulang ke rumah.
Warga yang geram dengan tersangka berusaha menghubungi polisi. Sayang, warga dan polisi tidak menemukan tersangka di rumahnya. Diduga, tersangka sudah melarikan diri masuk hutan.
Kepala Kepolisian Resor Ogan IlirAKBP Rizal Syahman Radi, melalui Kapolsek Inderalaya AKP Reihand Nainggolan didampingi Kanit Reskrim Iptu Dwi Haryanto, Senin (4/10/2010), membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Identitas tersangka sudah diketahui, kami akan terus memburunya,” kata Kapolsek seraya menduga pelaku adalah residivis. (TRS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang