Usai Diperkosa ABG Diikat di Pohon Karet

Kompas.com - 05/10/2010, 08:28 WIB

INDRALAYA — Seusai diperkosa, Melati (14)—bukan nama sebenarnya—diikat di pohon karet. Menurut korban, pelaku perkosaan adalah Sai (35), warga sesama Dusun I Desa Tanjung Agung, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Beruntung ada warga melintas yang menolongnya. Setelah bebas dari ikatan, siswi SMP di Indralaya itu pulang sambil menangis dan mengadukan nasibnya kepada orangtuanya. Peristiwa yang membuat Melati trauma itu langsung dilaporkan orangtuanya ke Kepolisian Sektor Indralaya.

Ketika pulang sekolah berjalan kaki menyusuri kebun karet, korban berpapasan dengan tersangka yang diketahui bernama Sai. Tiba-tiba Sai langsung menariknya dan mencekik serta memukul dada korban. Selanjutnya, Melati diseret ke dalam kebun karet yang ketika itu cukup sepi dari lalu lalang warga. Tersangka dengan leluasa memerkosa korban.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka mengikat korban di pohon karet. Korban berteriak minta tolong, kebetulan didengar warga yang melintas sehingga langsung menolong dan mengantarnya pulang ke rumah.

Warga yang geram dengan tersangka berusaha menghubungi polisi. Sayang, warga dan polisi tidak menemukan tersangka di rumahnya. Diduga, tersangka sudah melarikan diri masuk hutan.

Kepala Kepolisian Resor Ogan IlirAKBP Rizal Syahman Radi, melalui Kapolsek Inderalaya AKP Reihand Nainggolan didampingi Kanit Reskrim Iptu Dwi Haryanto, Senin (4/10/2010), membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Identitas tersangka sudah diketahui, kami akan terus memburunya,” kata Kapolsek seraya menduga pelaku adalah residivis. (TRS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau