Banjir bandang papua

Korban Tewas Menjadi 56 Orang

Kompas.com - 05/10/2010, 17:28 WIB

WONDAMA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengaku telah menerima laporan bahwa korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Wasior, ibu kota Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, mencapai 56 orang.

"Data tersebut merupakan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bahkan korban luka-luka disebutkan sebanyak 62 orang," katanya di Jakarta, Selasa (5/10/2010).

Walau demikian, dia belum mendapatkan data terbaru mengenai jumlah warga yang mengungsi.

"Belum ada laporan mengenai berapa jumlah warga yang mengungsi karena berdasarkan informasi yang saya terima dari BNPB dan pemerintah provinsi, banjir sudah mulai surut," katanya.

Menurut dia, banjir bandang telah mengakibatkan berbagai kerusakan infrastruktur di antaranya jembatan, sekolah dan beberapa rumah warga.

"Mewakili pemerintah pusat sebagai Menko Kesra dan secara pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi para korban banjir," katanya.

Sementara itu, hujan deras telah mengguyur wilayah itu sejak Minggu hingga Senin.

Korban diperkirakan tewas akibat tenggelam dan terseret arus banjir yang juga membawa kayu gelondongan dan bebatuan dari telaga di atas gunung.

Berdasarkan informasi sebelumnya, ratusan warga sempat mengungsi di Kantor Bupati Teluk Wondama yang berada di Kota Wasior.

"Pemerintah pusat sudah menugaskan BNPB untuk segera melakukan tanggap darurat terkait banjir bandang tersebut," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau