Feber Akui Ubah Surat Kuasa Gayus

Kompas.com - 05/10/2010, 17:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Feber Silalahi, mantan pengacara Gayus Halomoan Tambunan, mengaku telah merekayasa surat kuasa yang diberikan Gayus kepadanya. Feber merubah surat kuasa dengan memasukkan nama Haposan Hutagalung dalam tim penasihat hukum.

Feber saat bersaksi di sidang terdakwa Andi Kosasih di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (5/10/2010), mengatakan, Haposan minta dimasukkan ke dalam tim pengacara. Sebelumnya, Gayus sudah memberikan surat kuasa yang menunjuk Feber dan beberapa pengacara lain untuk menjadi pengacaranya.

Untuk diketahui, Gayus menunjuk pengacara setelah uang senilai Rp 28 miliar di Bank BCA dan Bank Panin diblokir penyidik Bareskrim Polri tahun 2009. Uang itu diduga hasil tindak pidana saat berkerja di Direktorat Jenderal Pajak.

"Kenapa Haposan minta dimasukkan? Apa saudara tidak sanggup jadi kuasa?" tanya salah satu jaksa penuntut umum (JPU). "Saya sanggup. Dia minta masuk dalam tim. Haposan bilang lebih berpengalaman dalam pidana," jawab Feber.

Feber mengaku menyisipkan nama Haposan di antara nama pengacara lain yang ada di dalam surat kuasa. Kemudian, ia menambahkan satu lembar dalam surat untuk tanda tangan Haposan. "Saya ketik di komputer. Disisipkan setelah saya dan rekan-rekan tanda tangan," paparnya.

Feber tidak bisa menjawab ketika ditanya apakah Gayus memperbolehkan menambah kuasa ke Haposan. "Saudara kasih tahu Gayus soal perubahan itu?" tanya JPU. "Tidak," jawab dia.

Seperti diberitakan, Haposan saat bersaksi bersikukuh bahwa ia sah menjadi pengacara Gayus setelah diminta Feber. Namun, hal itu dibantah Gayus. Saat dikonfrontasi dengan Haposan, Gayus mengatakan bahwa ia tidak pernah memberi kuasa kepada Haposan. Bahkan, Gayus mempertimbangkan untuk melaporkan Haposan atas dugaan pemalsuan dokumen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau