KOMPAS.com — Korea Selatan (Korsel) terkesan melakukan perhitungan teliti menyikapi perkembangan seterunya, Korea Utara (Korut). Catatan Yonhap dan Xinhua pada Selasa (5/10/2010) menunjukkan, pihak Kementerian Luar Negeri melalui juru bicaranya, Kim Young-sun, mengaku melakukan pemantauan melalui satelit citra terbaru terhadap kompleks nuklir Yongbyon di Korut.
"Kami memantau dan mengobservasi setiap kegiatan. Namun, memang belum ada konfirmasi macam apa kegiatan di sana," kata Young-sun.
Penggunaan satelit tersebut memang bukan hanya inisiatif dari Korsel. Dalam hal ini, "Negeri Ginseng" bekerja sama dengan pihak militer Amerika Serikat.
Kegiatan di Yongbyon terpantau sejak 2008. Waktu itu, Korut memusnahkan menara pendingin reaktor nuklir. Sejak saat itu, memang, Korut merealisasikan denuklirisasi.
Pembicaraan soal program nuklir Korut memang terhenti sejak April tahun lalu. Pyongyang protes terhadap penerapan sanksi sepihak AS. Kendati demikian, menurut aktivitas diplomatik pihak-pihak terkait, Korut sudah memberi isyarat untuk kembali memulai pembicaraan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang