Banjir bandang

Listrik Putus, Wasior Gelap Gulita

Kompas.com - 05/10/2010, 19:47 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com — Tiga mesin pembangkit listrik milik PLN Jayapura di Kabupaten Wasior, ibu kota Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, rusak akibat diterjang banjir bandang yang melanda kawasan itu, Senin (4/10/2010).

Humas PLN Cabang Jayapura, Dermawan Uloli, di Jayapura, Selasa, mengatakan bahwa rusaknya tiga mesin itu membuat PLN Jayapura tidak bisa mendistribusikan listrik ke wilayah itu. Putusnya aliran listrik membuat kawasan itu saat ini gelap gulita.

"Saat ini, kami tidak bisa melayani pelanggan di Wasior karena rusaknya tiga mesin yang biasa dipakai untuk mendistribusikan listrik ke wilayah itu," katanya. Dia menjelaskan bahwa tiga mesin itu masing-masing berkekuatan 500 kilowatt, sedangkan beban puncak di Kabupaten Wasior 800 kilowatt.

Total pelanggan tetap di wilayah itu mencapai 608 pelanggan, sedangkan yang dikelola pemerintah setempat sebanyak 400 pelanggan. "Sebagian dikelola oleh pemda karena itu merupakan bentuk kerja sama antara PLN dan pihak pemerintah setempat," ujarnya.

Ketika disinggung langkah apa yang akan diambil untuk mengatasi masalah itu, pihaknya akan mengirim tim pendahulu ke lokasi bencana banjir bandang untuk mengecek kerusakan mesin pada Rabu pagi. "Tim yang berjumlah lima orang itu sudah berangkat sekarang. Namun karena kapal yang berangkat menuju Kabupaten Wasior terbatas, keberangkatan mereka itu kami tunda sehari," ujarnya.

Dengan mendatangkan tim pendahulu ke lokasi bencana, dia berharap bahwa pihaknya dapat mengatasi masalah dengan cepat sehingga kebutuhan listrik di daerah itu dapat terpenuhi kembali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau