Kondisi keuangan merpati

Karyawan Merpati Mulai Terima Gaji Penuh

Kompas.com - 05/10/2010, 20:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keuangan PT Merpati Nusantara Airlines terus menunjukkan perbaikannya. Gaji karyawannya pun kini dibayar penuh.

Sejak beberapa bulan ini, gaji karyawan yang biasanya dibayar dua kali, telah dibayar penuh karena pemasukan pendapatan telah membaik.

"Ini menjadi salah satu indikator membaiknya finansial Merpati," kata juru bicara Merpati, Sukandi di Jakarta, Selasa (5/10/2010).

Dalam empat bulan ke belakang, terangnya, keuntungan maskapai pelat merah tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup baik.

Menurutnya, peningkatan laba dirasakan pada Juni 2010 lalu di mana keuntungan tercatat mencapai Rp 5 miliar. Kemudian terus meningkat dan pada Agustus laba menjadi Rp 20 miliar.

"Ini adalah catatan terbaik di mana saat bulan Agustus adalah saat-saat low season, saat itu penumpang turun, tetapi laba kami malah naik," kata Sukandi.

Pada September lalu, dipastikan terjadi peningkatan signifikan mengingat bulan itu hampir semua airline berjadwal mengalami panenan penumpang mudik Lebaran.

"Kita belum tahu, tetapi ada peningkatan. Dan posisi Merpati sudah stabil," ujarnya.

Dijelaskannya, manajemen Merpati terus melakukan efisiensi terhadap biaya operasional korporasi sehingga bisa menghemat dana sebesar 10 persen hingga 12 persen.

"Utang current seperti ke Pertamina dan vendor lainnya yang bisa diperkecil, sehingga kami bisa membayarnya. Demikian juga dengan lessor pesawat yang sewanya dibayar ulang," ujarnya.

Sebagai contohnya, kredit penggunaan BBM dari Pertamina, sebesar Rp 200 miliar telah dibayar penuh bersama utang lain sebelumnya. Biaya BBM dengan lessor memakan dana sebesar 40 persen biaya operasional korporat.

Dengan tren yang terus meningkat, maka laba Merpati tahun ini dipastikan akan meningkat. Disebutkannya, pada 2009 lalu Merpati mencapai keuntungan bersih sebesar Rp 5 miliar.

"Tahun ini kami bisa menargetkan keuntungan sebesar Rp 10 miliar per bulan," tandasnya.

Saat ini Merpati mengoperasikan 22 unit pesawat yaitu sembilan unit Boeing 737 seri 300, 400 dan 500, dua Boeing 737-200, dua Fokker 100, dua MA-60, dua Cassa dan empat Twin Otter. (Hendra Gunawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau