JAKARTA, KOMPAS.com - Pengawalan empat terdakwa kasus keributan di kelab malam Blowfish, City Plaza, Gatot Subroto, dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2010), layaknya pengawalan terhadap tersangka teroris. Kepolisian ekstra ketat mengawal empat terdakwa.
Empat terdakwa yakni David Too Too, Rando Lili, Konor Lolo, dan Bernadus Malelak Al Nadus dibawa dari rumah tahanan Klas I Cipinang, Jakarta Timur, dengan mobil tahanan polisi. Di dalam mobil, tiga anggota Brimob berjaga lengkap dengan senjata api laras panjang. Selama perjalanan, mobil tahanan itu dikawal mobil patroli.
Pengamanan lebih ketat saat empat terdakwa meninggalkan pengadilan. Mereka diangkut kendaraan taktis atau rantis jenis Baraccuda. Rantis dikawal mobil dan belasan motor patroli menuju Cipinang. Seperti diketahui, tim Densus 88 Anti Teror Polri biasa membawa para teroris dengan Baraccuda.
Selain itu, 900 personil lengkap dengan senjata api, gas air mata, dan tameng dikerahkan di dalam dan di luar pengadilan. Sebagian berjaga-jaga diakses menuju Jalan Ampera Raya seperti di perempatan Ampera, TPU Jeruk Purut, dan perempatan Republika. Dua rantis terparkir di dalam pengadilan dan dua water cannon terparkir di luar pengadilan.
Namun, pengawalan ekstra ketat itu hanya untuk mendengar keterangan dua saksi. Dari tujuh saksi yang dipanggil jaksa penuntut umum (JPU), hanya satu saksi yang hadir yakni AKP Adri Deses anggota Polres Jaksel. Menurut JPU, saksi lain menolak hadir dengan alasan keamanan.
Singit Elier, ketua majelis hakim dengan nada tinggi menegaskan, bahwa seluruh pihak baik hakim, JPU, tim pengacara terdakwa, ataupun terdakwa tidak boleh menggunakan alasan keamanan. Hakim mengatakan, polisi sudah menjamin keamanan didalam maupun diluar. "Ada garansi keamanan dari polisi," tegas hakim.
Pengamanan ekstra ketat itu terkait bentrokan kelompok pendukung terdakwa dengan kelompok pendukung korban kericuhan Blowfish pekan lalu. Kedua kelompok saling serang dengan parang, ketapel, batu. Bahkan, dari kelompok pendukung terdakwa memenbakkan senjata api. Akibatnya, tiga orang tewas dan belasan orang luka-luka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang